Oleh : Tedi Dahniar, S.T., M.T

PANDEMI yang sudah berlangsung selama dua bulan lebih telah meninggalkan banyak jejak yang mengerikan, banyak sudah korban – korban yang berjatuhan akibat terkena virus COVID-19 dan tidak diketahui kapan akan berakhir. Dimasa pandemi ini banyak sudah usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus ini dari menyemprotkan desinfektan, pemberian Hand saniteizer secara gratis, seruan Social Distancing dan Work From Home, akan tetapi usaha tersebut dinilai sia – sia karena tingkat kesadaran akan bahaya virus ini dinilai masih kurang dibandingkan bahaya tidak bisa makan efek tidak bekerja atau berjualan.

Proses penyebaran virus ini cukup signifikan menurut AyoBandung.com data COVID-19 update terakhir tanggal 30 Mei 2020 terkonfirmasi yang sudah terpapar sebanyak 25.773 kasus terdiri dari 17185 dirawat, 1573 meninggal dan 7015 sembuh.

Dengan seringnya pengumuman ini ditampilkan di koran, media online baik berita di televisi memiliki dampak depresi dan kecemasan yang tinggi pada masyarakat terlebih informasi yang beredar tidak sedikit yang bernada negatif dan tidak menyenangkan seperti usaha bangkrut, PHK, di  rumahkan tanpa gaji dan malah ada juga yang karena terdesak faktor kebutuhan ekonomi akhirnya melakukan tindakan pencurian bahkan kriminal.

Bayangkan saja dahulu apabila batuk atau flu kita menganggap itu hal biasa dan kita bisa meneruskan kegiatan-kegiatan yang biasa kita lakukan sehari-hari bandingkan dengan sekarang apabila kita batuk atau flu pasti ad sebagian orang berfikiran jangan-jangan saya tertular COVID-19 atau Bahasa kasarnya kalau kita batuk atau flu langsung memikirkan kita besok masih bisa hidup atau tidak ya.

Selain dampak negatif yang ditimbulkan oleh Covid-19 ini ternyata ada nilai positif yang ditimbulkan contohnya dahulu banyak masyarakat tidak terlalu memperhatikan kebersihan diri ketika mau makan, pulang kerja sampai ketika liburan pun kadang-kadang banyak masyarakat yang malas untuk mandi dikarenakan waktu libur waktunya untuk istirahat total dari semua kegiatan termasuk mandi, semenjak Covid-19 hadir kebiasaan-kebiasaan yang sudah saya sebutkan diawal hilang hampir 100%.

Akan tetapi sekalipun diliputi perasaan dicekam teror yang tidak bisa kita deskripsikan jangan sampai membuat kita menjadi berhenti untuk berkarya untuk negeri ini terutama untuk membangun psikologis masyarakat kita yang sudah down efek pandemi ini, salah satu nya dengan membuat orang tersenyum karena dengan menebar senyuman bisa menimbulkan efek positif untuk orang-orang disekitar kita.

Menurut Erica Rhodes seorang komedian asal Los Angeles Amerika tertawa itu lebih dari obat-obatan karena dapat membuat seseorang bertahan hidup. Bagaimana cara kita membuat orang-orang tersenyum contoh hal buat lah karya sekalipun itu karikatur atau cerpen yang bermuatan humor atau salah satu yang saat ini sedang trend adalah membuat tulisan-tulisan yang mengundang tawa yang saya rasa jika kita membacanya akan membuat kita melupakan sejenak permasalahan pandemic ini, bahkan seorang artis sekelas Dian Satro Wardoyo pun bisa mengajak follower/penggemarnya dalam akun Instagram pribadinya yang diunggah pada tanggal 24 Maret 2020 untuk tersenyum dengan menuliskan kalimat ”Jika Kamu Ingin Membantu Indonesia Tapi Pasiion Kamu Adalah Rebahan, Ini Kesempatan Kamu” walaupun simple tapi makna yang tersirat dan diterima oleh masyarakat terutama kaum REBAHAN sangat diterima baik pesan tersebut dengan penuh senyum dan bangga.

Ayo gaes bangkit dan semangat kita lawan Virus COVID-19 dengan membuat humor atau lawakan baik secara tulisan atau gambar karena humor adalah salah satu cara asyik untuk meningkatkan imun tubuh kita untuk terhindar dari COVID-19 dengan HUMOR dan menebar senyum untuk saudara-saudara kita yang diluar sana sama saja artinya kita menolong saudara kita untuk bertahan hidup. Ingat jargon grup lawak ternama sepanjang masa Warkop DKI “Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”
Semangat berkreasi jangan pernah luntur sekalipun ada COVID-19.

https://rakyatmerdekanews.com/2020/06/02/teror-dan-humor-di-masa-pandemi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *