Saat ini Indonesia mengalami dampak negatif yang diakibatkan oleh Virus Covid-19, salah satunya di Kabupaten Tangerang Banten. Pada bulan mei 2020 penularan Virus Covid-19 semakin bertambah dalam hal ini pemerintah pusat melakukan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai pertengahan bulan Juni 2020 terutama di Kabupaten Tangerang, dimana peraturan tersebut menyebutkan dilarang berkumpul (Jaga Jarak), Menggunakan Masker dan Rajin Mencuci Tangan. Hal sangat berpengaruh terhadap kurangnya pengetahuan masyarakat terkait protokol yang telah ditetapkan pemerintah tersebut.

Berdasarkan latar belakang tersebut Mahasiswa dan Alumni Teknik Industri Universitas Pamulang yang terdiri dari Alfian Faturrokhman, Amin Widodo ST., dan Ade Sumaedi ST., serta Perwakilan Paguyuban Sedulur Ing Majalengka – Tangerang (SIMA) terdiri dari Bpk. Wing Taswin, Bpk. Piping , Bpk. Adi, Bpk. Madi dan Bpk. Febri melakukan Bakti sosial (Baksos) Kepada Masyarakat dengan membagikan masker sebanyak ± 200 Pcs dan penyuluhan terkait peraturan PSBB di mesjid Al-Haji Yusuf dan Gang Angkasa Perum Kota Batara Rt.008/Rw.011 Desa Pesangrahan Kec. Solear Kab. Tangerang-Banten yang diwakili oleh Bpk. Ilham, Bpk. Rokhmana (Perwakilan DKM) dan Bpk. Maman Sukirman (Ketua RT) dalam kegiatan Baksos dan Penyuluhan pada masa Pandemi Covid-19 yang bertema “Membangun Kepedulian Masyarakat Terhadap Protokol PSBB” tanggal 28 Mei 2020.

Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa perwakilan masyarakat sekitar, mereka menuturkan merasakan dampak dari adanya Covid 19. Selain itu, ada beberapa masyarakat yang kurang paham terhadap pelaksanaan Protokol PSBB yang ditetapkan oleh pemerintah, menurut ketua RT hal ini dikarenakan belum adanya sosialisasi langsung terhadap masyarakat sekitar.

Selanjutnya, Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang, Alumni dan Perwakilan Paguyuban Sedulur Ing Majalengka – Tangerang (SIMA) melakukan pembahasan terkait Protokol PSBB dan Pembagian masker sebagai tanda peduli terhadap masyarakat sekitar.

Kegiatan Baksos ini berjalan lancar, masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini, yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan terkait kasus permasalahan pelaksanaan Protokol PSBB. Berbagai kasus dan penyelesaiannya dijelaskan dalam forum diskusi. Mengingat latar belakang masyarakat belum paham Protokol PSBB, penyuluhan ini memang dibutuhkan. Selain itu, Mahasiswa, alumni Teknik Industri Universitas Pamulang dan Perwakilan Paguyuban Sedulur Ing Majalengka – Tangerang (SIMA) langsung mempraktekan Jaga Jarak ± 1 Meter dalam berkumpul, Menggunakan Masker dan Mencuci Tangan secara benar.

Semoga dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, masyarakat mematuhi dan melaksankan protokol PSBB yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *