Sebagai salah satu pengurus organisasi silat Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Kota Tangerang Sebagai wadah para pesilat yang diasuh para kiai, yang ikut pengabdi kepada masayarakat dibidang seni bela diri, mengarahkan peserta didik untuk berprestasi dibidang seni beladiri yang dibawah arahan IPSI. Pencak silat merupakan tradisi dan budaya bangsa yang telah mendunia dan pada Kamis, 12 Desember 2019 (UNESCO) telah menetapkan Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Dunia dari Indonesia. Menurut sumber mediaindonesia.com pencak silat sudah ada di Nusantara sejak Borobudur didirikan.

Dalam pengabdian ke masayarakat Saat wabah virus corona (covid-19) pengurus organisasi pencak silat Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Kota Tangerang yang diwakili oleh Bpk. Amin Widodo ST., (Perwakilan Pelatih) mengandeng berbagai organisasi salah satunya Alumni Universitas Pamulang dari program studi Teknik industri yang diwakili oleh Ade Sumeadi ST., dan Mahasiswa Teknik Industri Alfian Faturrokhman berkerjasama melakukan kolaborasi dalam bidang sosial yaitu membagikan masker dan hand sanitizer gratis untuk pengendara yang melintasi tepatnya dijalan raya Jl. Gatot Subroto KM,3 Cimone. kerjasama ini terjadi karena wabah virus corona (covid-19) yang membuat rasa empati kami tumbuh bersama membuat usulan kerjasama antara organisasi, mahasiswa dan alumni mahasiswa Teknik Industri Unpam yang harus digaris bawahi adalah solidaritas antara anak bangsa harus tetap terjalin.

Saat wabah virus corona (covid-19) melanda dunia dan sebagian wilayah negara kesatuan republik indonesia, menjadi seorang pelatih silat juga melakukan pekerjaan intruksi silat menggunakan media Online yaitu salah satunya menggunakan video call dengan peserta didik dengan memberi pemahaman materi tentang silat melalui online, cara penyampaian materi sedikit berbeda karena tidak dilakukan praktek secara langsung hanya materi-materi teori pemahan tentang sejarah pencak silat, materi teknik  tentang IPSI, nilai spiritual dan pendidikan karakter. Seperti biasa saat selesai materi beberapa siswa diberikan kesempatan untuk mengutarakan pertayaan atau sekedar cerita untuk bertukar pengalaman. Ada hal yang menarik yaitu salah satu siswa mengutarakan ada yang senang dan bersyukur karena musibah wabah virus corona (covid-19)  ini. Terkejutlah teman-temanya dan bahkan kami sebagai tim pelatih ikut terkejut juga.

Salah satu siswa tersebut adalah Sdr. Akbar, dengan adanya musibah covid-19 dagangan orang tuanya banyak permintaan, disiang hari jualan masker  dan di malam hari berjualan wedang jahe merah cepet habis. Cerita lain dari Yuli dan rekan-rekannya yang saat ini bekerja di luar negeri sebagai TKI tepatnya di negara Hongkong jadwal kontrak kerja habis pada akhir januari 2020 mendapat berkah karena kontrak kerja diperpanjang hingga januari 2022 dan perpanjangan visa atau ijin tinggal dipermudah. cerita tersebut hanya sepenggal cerita yang pertama solidaritas antar anak bangsa, yang kedua keluguaan anak-anak dalam mensyukuri berkah dan ucapan syukur kebahagian yang dialami seorang tenaga kerja asal Indonesia yang harus berjuang di negeri orang di tengah musibah wabah virus corona (covid-19). Kita sebagai umat manusia yang diciptakan paling  sepurna dari makhluk lain hendaklah kita tetap mensyukuri nikmat yang di berikan Allah.

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa penyakit, rasa capek, rasa sakit, kesediahan, dan kekhawatiran yang menerpa, melainkan dosa-dosanya akan diampuni dengan sebab itu.” (HR Muslim).

Dalam hal ini kami mengajak kepada seluruh anak bangsa tebarkanlah kebaikan kepada masyarakat sekitar dan jangan jadikan wabah virus (covid-19) ini sebagai alasan untuk berhenti belajar dalam segala bidang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *