Pada tanggal 31 Mei 2020  Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk kelompok usaha di Kelurahan Bojong, Kec Pondok Terong, Depok. Kegiatan PKM ini dilatarbelakangi keperihatinan atas dampak kejadian yang mengejutkan dunia internasional beberapa bulan terakhir ini yaitu munculnya virus bernama Covid-19, sehingga WHO menetapkan sebagai pandemi global. Tema yang diambil adalah Optimalisasi Peran Penjualan Online Pada Masa Pandemi Covid-19 Untuk Kelompok Usaha Konvensional. Adanya kebijakan dari pemerintah untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maka kegiatan diadakan metode daring mengunakan aplikasi Zoom dengan host sekaligus fasilator Prayoga Bakti ST, MT.  Bapak Lurah dari Kelurahan Bojong, Kec Pondok Terong, Depok yaitu Bapak Suryana Yusuf, S.Ag ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dyah Puspitasari Sunaryo Putri, SE., Ak., M.Si selaku Ketua PKM menyampaikan bahwa adanya social distancing akibat pandemi bukan hanya mengejutkan dunia pendidikan tapi juga sektor yang lain termasuk dunia bisnis oleh sebab itu pelaku usaha atau bisnis harus cepat beradaptasi dengan kondisi yang ada, harus segera menyikapi dengan cepat dan tepat untuk mengubah strategi penjualannya agar tidak terjadi penurunan signifikan.  Dengan Moderator Priyo Wibowo, S.Si., MT. materi dengan 2 narasumber yaitu pertama oleh Ihsan Supono, ST.,MT, Ph.D tentang distruptive teknologi dimana suatu teknologi bisa merubah suatu tatanan menjadi tatanan yang baru, contohnya pembuatan batik.  Narasumber kedua adalah Marjuki Zulziar, S.Si, M.Si menyampaikan bagaimana peluang besar memanfaatkan teknologi internet untuk penjualan online,  disampaikan juga dalam memulai bisnis tidak perlu harus mempunyai bisnis toko atau punya modal besar.

Antusias peserta cukup besar dengan mengajukan beberapa banyak pertanyaan, salah satunya adalah bagaimana bila kita tidak beradaptasi dengan teknologi seperti penjualan online, pertanyaan tersebut dijawab oleh narasumber Ihsan Supono, ST., MT., Ph.D bahwa meniadakan penjualan online, bila kita lakukan terus menerus sedang yang lain menggunakan penjualan online kemungkinan bisa bangkrut, ini sudah terjadi. Mungkin di Indonesia masih belum, tapi di negara-negara eropa sudah terjadi toko-toko besar tutup karena mengandalkan toko offline.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *