Seperti kita ketahui bersama, bahwa dampak wabah dari virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan dari sisi kesehatan. Namun lebih dari itu, dampaknya juga ikut  mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha. Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus Corona terhadap industri. Beberapa stimulus ekonomi diluncurkan, bahkan Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk melakukan social distancing termasuk Work From Home (WFH) dan beberapa Kepala Daerah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Melihat kondisi saat ini, diperlukan langkah konkret yang harus dilakukan untuk membantu Masyarakat terdampak Covid-19 dan juga membantu pemerintah untuk mengatasi hal ini. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan yang dapat memberikan keterampilan tambahan untuk para pemuda agar memiliki keterampilan tambahan. Sehingga diharapkan para pemuda-pemuda bisa mempunyai usaha yang mandiri.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) dari Prodi Teknik Industri Universitas Pamulang (UNPAM) yang terdiri dari Dosen dan  Mahasiswa terpanggil untuk ikut serta membantu memecahkan persoalan yang dihadapi oleh Masyarakat Indonesia khususnya di lingkunan RW07 Perumahan Benua Indah Kota Tangerang yaitu dengan mengadakan pembinaan berkelanjutan kreativitas pemuda. Kegiatan PKM Daring ini dilaksanakan pada hari Minggu, 7 Juni 2020 dengan menggunakan aplikasi Zoom, dengan tema “Budidaya Jangkrik Untuk Meningkatkan Produktivitas Remaja di RW07 Perumahan Benua Indah Kelurahan Pabuaran Tumpeng”.

Kegiatan PKM ini dihadiri oleh Bapak T.B. Eka Surya Laksana selaku ketua RT.003 dan warga Perumahan Benua Indah Kelurahan Pambuaran Tumpeng. Kemudian dari Dosen Pengabdi ada Bapak Budi Aprina ST. MT., Anthon Rudy Wardiyanto ST. MT., Ruspendi ST. MT., Rusmalah ST. MT. dan Fredy Dwi Ibnu Saputra, ST. MT dan dari mahasiswa Hadir Febri Adikarya, Ajit, Teza Barokah dan Rosiyanto.

Dalam Sambutannya bapak T.B. Eka Surya Laksana mengucapkan terimakasih kepada Universitas Pamulang khususnya Program Studi Teknik Industri, yang telah membantu memberikan pelatihan budidaya jangkrik dan juga memberikan hibah berupa kandang serta bibit jangkrik kepada masyarakat Perumahan Benua Indah. Beliau sangat bersyukur karena memang ada banyak pemuda Perumahan Benua Indah yang secara ekonomi terdampak akibat Pandemi Covid-19, dan  ada pihak-pihak yang masih perduli dan mau membantu kesulitan-kesulitan warga saat ini.

Pada kegiatan PKM ini dari pihak Dosen Teknik Industri Universitas Pamulang juga memaparkan beberapa materi pelatihan. Budi Aprina, ST. MT. dalam pemaparannya  menjelaskan bagaimana langkah-langkah budidaya jangkrik mulai dari pembuatan kandang sampai dengan proses penetasan telur jangkrik. Cara perawatan atau penanganan pada saat jangkrik dalam proses pertumbuhan juga dipaparkan supaya jangkrik-jangkrik ini tidak stress. Dalam budidaya jangkrik juga harus diperhatikan terkait dengan lokasi kandang. Pastikan lokasi kandan jangkrik jauh dari predator atau pemangsa jangkrik, seperti ayam.

Sedangkan Anthon Rudy Wardiyanto ST. MT. menjelaskan tentang bagaimana suatu produk baru dibuat, dalam hal ini adalah terkait dengan produk jangkrik. Dimana produk jangkrik ini termasuk dalam produk konsumsi. Pengertian barang konsumsi secara umum yaitu barang yang bisa dapat langsung digunakan oleh manusia untuk dikonsumsi. Barang konsumsi sifatnya sudah jadi dan siap digunakan. Contoh barang konsumsi antara lain adalah sayuran, makanan, mobil, motor, pakaian, dan jangkrik dalam hal ini bisa langsung dikonsumsi oleh komunitas pencinta burung. Proses pembuatan produk (dalam hal ini hasil budidaya jangkrik) merupakan suatu interaksi dari proses perencanaan produk, proses produksi, proses pemasaran dan aspek financial. Budidaya jangkrik merupakan platform produk baru yaitu merupakan usaha pengembangan utama untuk merancang suatu keluarga produk baru yang akan memasuki kategori pasar dan produk yang sudah dikenal.

Budidaya jangkrik mempunyai peluang menjadi produk industri yang unik dan menantang yang bisa dikelola secara professional di mana dalam pelaksanaannya diatur layaknya manajemen industri. Dimana ada yang bagian perancang, bagian proses produksi (pengelolaan dan pemeliharaan), bagian pemasaran bahkan ada yang control keuangannya baik debit maupun kredit.

Setelah suatu produk sudah dibuat, tentu saja harus ada cara atau strategi bagaimana produk tersebut dipasarkan. Maka dari itu, Ruspendi ST. MT. menjelaskan dengan detail bagaimana konsep dari pemasaran dan langkah-langkah atau proses pemasaran khususnya untuk produk jangkrik ini. Bahwa ada enam konsep pemasaran yang disebutkan yaitu: konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial dan konsep bauran pemasaran. Dalam konsep pemasaran sosial, tugas penjual tidak hanya memuaskan pelanggannya saja, tetapi juga usaha yang dikerjakannya mampu memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar. Jangan sampai satu sisi produk yang kita buat bermanfaat bagi pelanggan (memuaskan pelanggan) tetapi dalam proses pembuatannya atau pemakaian produk tersebut justru merugikan atau merusak lingkungan dalam hal ini masyarakat. Terkait dengan langkah-langkah pemasaran, bahwa langkah awal dari pemasaran adalah memahami pasar, dalam hal ini adalah mengetahui kebutuhan pasar. Langkah berikutnya adalah merancang strategi pemasaran, program atau rencana pemasaran, hubungan dengan pelanggan dan terakhir adalah terkait dengan hasil dari langkah pemasaran yang sudah kita kerjakan. Namun masih menurut Ruspendi, dari beberapa langkah pemasaran tersebut, bagian yang penting adalah bagaimana produsen/penjual menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Beberapa strategi awal yang bisa dilakukan dalam memasarkan produk jangkrik antara lain dengan memasarkan produk jangkrik kepada warga perumahan/kelurahan, memasarkan ke komunitas burung atau peternak burung kicau dan selanjutnya bisa memasarkan kepada pedagang/toko pakan burung di sekitar wilayah kelurahan atau kecamatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *