Untuk menciptakan lulusan teknik industri yang siap menghadapi persaingan di era industri 4.0, dosen beserta assisten laboratorium teknik industri Universitas Pamulang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “ Kesiapan Lulusan Teknik Industri dalam menghadapi persaingan di era Industri 4.0” yang diselenggarakan oleh Laboratorium Teknik Industri Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten pada Tanggal 28 Juni 2020 melalui aplikasi zoom meeting.

Dalam kegiatan FGD yang diikuti oleh Bapak Syaiful Bakhri, M. Eng.Sc,Ph.D selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Pamulang, Ibu Rini Alfatiyah,ST.,MT.,CMA selaku Ketua Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang, Bapak Adi Candra,ST.,MT selaku Ketua Laboratorium Teknik Industri Universitas Pamulang, Narasumber (Bapak Wakhit A.F, MT. mengenai Praktikum Terintegrasi , Yudi Maulana,MT.,M.Kom. mengenai Engineering Design dan Rahmi Widia Pratiwi mengenai Lab. POBIS), Dosen fakultas Teknik Industri, Assisten Laboratorium (Nur Rohmawati, Siti Choirunnisa, Rizmi Ananda, Ilham Arif Ibrahim, Zamrud Falaq Qodri, Neng Ita Rosita, Izzha Navizha, Muthmainnah Baroroh, Tri Prahasta, Aurelia Putri F.K , Cryse Aprilianingsih dan Dela Puspita Sari), serta mahasiswa program studi teknik industri bertujuan untuk mengarahkan mahasiswa agar setelah lulus mengetahui bidang keahliannya agar dapat menghadapi persaingan di era industri4.0.

Syaiful Bakhri,M.Eng.Sc,Ph.D mengatakan bahwa teknik industri merupakan program studi yang sangat unik karena memiliki banyak irisan dan cukup luas bidangnya, oleh karena itu mahasiswa diharapkan tidak hanya berpaku pada apa yang ada didepannya karena banyak sekali peluang untuk berkolaborasi dengan program studi lainnya.

“Teknik industri Universitas Pamulang sendiri memilki 11 praktikum yang harus dijalani oleh mahasiwanya dimana 10 praktikum khusus teknik dan 1 praktikum fakultas gabungan (Fisika Dasar). Teknik industri yang merupakan gabungan antara ilmu teknik dan ilmu manajemen dimana pada teknik industri Universitas Pamulang difokuskan pada sistem manufaktur dan pengendalian kualitas”, jelas Rini Alfatiyah (Kaprodi Teknik Industri) via daring, Tangerang, Minggu (28/06/2020).

Praktikum terintegrasi Teknik Industri Universitas menggunakan kurikulum berbasis KKNI yang merupakan kurikulum yang menekankan pada peningkatan daya saing industri dan berkontribusi nyata pada bidang industri manufaktur dengan memanfaatkan perkembangan IPTEK yang terintegrasi dan terukur serta mengedepankan profesionalitas yang humanis dan religus. Selain itu kurikulum yang digunakan adalah kurikulum berbasis BKSTI yang mengakomodasikan kerja sama antar anggota seluruh universitas yang ada di Indonesia dalam kegiatan pertukaran informasi, menjadi mitra Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Stakeholder lainnya dalam bidang pendidikan tinggi Teknik Industri, jelas Wakhit A.F,MT  pada saat menyampaikan materi tentang praktikum terintegrasi.

Yudi maulana,M.T.,M.Kom, mengatakan bahwa dalam engineering design kita harus mempelajari konsep dalam design, modeling, drawing, IOT, sistem dan manufacturing control system hingga Bill Of Material (BOM) nya. Setelah mempelajari design kita mempelajari sistem robotic yang terdapat dalam manufacturing pada era 4.0 dimana sistem tersebut diawali dari konsep design dan modelling. Berdasarkan pemaparan yang disampaikan diharapkan lulusan teknik industri mengusai aplikasi yang mendukung kegiatan proses produksi dalam perusahaan untuk mengupgrade kemampuan personal sehingga dapat bersaing dengan universitas lainnya, pada laboratorium teknik industry universitas pamulang sendiri menggunakan aplikasi solidworks yang sudah banyak digunakan diperusahaan agar mahasiswa memiliki kemampuan atau softskill dalam bidang engineering design setelah lulus dari Universitas Pamulang.

“Dalam laboratorium teknik industry Universitas Pamulang sendiri sudah memiliki Lab. Pobis sebagai sarana dan prasarana mahasiswa untuk mengembangkan inovasi dan kreatifitas mengenai bidang bisnis. Lab Pobis mempunyai rencana pengembangan bisnis seperti membuat CV prodi teknik industry, membuka pameran dan memasarkan produk hasil praktikum mahasiswa, wadah untuk menampung dan mengarahkan mahasiswa yang memiliki minat di bidang bisnis seta membantu mengimplementasikan konsep bisnis yang ingin mereka lakukan”, ujar Rahmi Widia Pratiwi saat menyampaikan materi tentang Lab. Pobis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *