Pada kuartal pertama tahun 2022 ini menunjukkan kondisi pandemi Covid-19 mulai stabil dan terkendali. Seperti yang diungkapkan oleh menteri Koperasi dan UMKM Bapak Teten Masduki dalam rapat kerjanya bahwa kuartal pertama tahun 2022 ini sudah mulai dapat memasuki tahap pemulihan ekonomi UMKM dan koperasi lebih cepat dan transformatif. Dimana pemulihan tidak sekedar tumbuh kembali seperti kondisi sebelum pandemi, tetapi sekaligus menyiapkan UMKM dan koperasi lebih siap menghadapi krisis ataupun perubahan lingkungan di masa-masa akan datang. Kepemimpinan Indonesia di G20 juga disebut menjadi momentum pemulihan transformatif. Pemulihan transformatif ini juga termasuk mendorong pembiayaan UMKM dan Koperasi bergeser dari sektor perdagangan ke sektor riil sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru dan lebih luas lagi akan memperkuat kemandirian pangan nasional. Sejalan dengan arahan dari Bapak Presiden  untuk mengurangi perdagangan impor maka dengan ini harus duperkuat sektor riil produksi bukan lagi hanya sektor perdagangan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang, kegiatan PKM ini wajib dilakukan oleh setiap dosen di Universitas Pamulang, minimal satu kali dalam satu semester. Dosen yang terlibat dalam kegiatan PKM ini yaitu sebagai ketua pengusul Agus Mulyono, S.T., M.M., serta nara sumber Aod Abdul Jawad, S.T., M.M.,  Yusup Purwanto, S.T., M.T., dan  serta 5 orang mahasiswa semester 1 yaitu Ade Rahmatulloh, Abdul Khohar, Amelia Chandra, Eka Alfani dan Utami Nurliansih. Ketua pengusul yaitu Bapak Agus Mulyono, S.T., M.M mengusulkan kegiatan PKM kali ini dengan melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu berupa Pembinaan akan Pentingnya Kalibrasi Alat Ukur Dalam Proses Produksi pada Unit Usaha UMKM  di Desa Koper dalam rangka mempertahankan kualitas produksinya.

Kegiatan PKM ini dilakukan dengan beberapa rangkaian, pertama pembukaan oleh ketua pengusul Bapak Agus Mulyono, S.T., M.M., ketua pengusul menyampaikan kata sambutan dan sekaligus membuka acara seminar pembinaan akan pentingnya kalibrasi alat ukur dalam proses produksi pada unit usaha UMKM  di desa Koper.  Sambutan kedua  dari  kepala kepala desa Koper  yaitu Bapak Ayub menyampaikan dalam situasi pandemi saat ini para pelaku UMKM di desanya harus mulai diperkenalkan bahwa kegiatan kalibrasi alat ukur yang dipakai para pelaku usaha UMKM di desanya. Mengingat persaingan dari produk-produk kompetitor yang sudah teregistrasi secara hukum dan sudah mengadopsi standar dari SNI. Beliau sangat berterimakasih dengan adanya pelatihan dan pembinaan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang tentang pembinaan akan pentingnya kalibrasi alat ukur dalam proses produksi pada unit usaha UMKM  di desa Koper. Kemudian dilanjutkan oleh beberapa nara sumber, Bapak Aod Abdul Jawad  memberikan pemaparan materi pelatihan kepada para peserta seminar atau pelatihan tentang pentingnya kalibrasi alat ukur, beliau menjelaskan kepada para peserta seminar bagaimana  kondisi ekonomi yang semakin sulit dengan berhentinya dan menurunnya sebagian aktivitas ekonomi tentu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat itu sendiri. Secara otomatis masyarakat akan memprioritaskan makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Sedangkan persaingan dalam produk makanan dan kebutuhan pokok lainnya juga semakin ketat seiring banyaknya produk murah dari negeri China. Alat ukur yang digunakan dalam proses produksi UMKM haruslah yang memiliki akurasi atau tingkat ke akuratan yang baik, ini tidak mungkin dapat diketahui jika tidak dilakukan yang namanya kalibrasi secara berkala. Meskipun untuk saat ini sifatnya masih berupa pengenalan dan himbauan, tidak menuntut kemungkinan kedepannya jika sebuah UMKM bergerak tumbuh menjadi sektor riil produksi, maka semua alat ukur yang digunakan harus terkalibrasi dan terdaftar oleh Dinas Pemda setempat dalam hal ini Pemda Kab. Tangerang dinas Metrologi. Bapak Yusup Purwanto menambahkan bahwa betapa pentingnya kegiatan kalibrasi ini mulai dilaksanakan oleh pelaku usaha UMKM di desa Koper guna menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesefikasinya. Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan  pada peralatan produksi yang dimiliki. Dapat mengetahui perbedaan (penyimpangan) antara harga benar dengan harga yang ditunjukkan oleh alat ukur..

Bapak Yusup Purwanto  menambahkan beberapa prinsip dasar dalam kalibrasi. Kegiatan kalibrasi ini sangat diperlukan guna memastikan keakuratan pengukuran secara konsisten (tetap) dengan instrumen yang lainnya. Jika hasil pengukuran menunjukkan penyimpangan atau tidak konsisten maka akan berpengaruh terhadap kualitas produk yang dikeluarkan pelaku usaha (produksi) dan dapat membahayakan konsumen. Dalam menjalankan prosedur kalibrasi hal yang pertama harus diketahui adalah prinsip-prinsip dasarnya yaitu: 1) Memperhatikan obyek ukur, standar ukur yang mengacu pada standar kalibrasi internasional harus sudah teruji, 2) Memiliki operator atau teknisi yang bersertifikat resmi, dan 3) Lingkungan dengan kondisi baik. Kemudian rangkaian akhir acara yaitu pemberian piagam dan tanda tangan kerjasama  kepada Pemerintah Desa Koper. Pemberian piagam ini dilakukan oleh ketua PKM yaitu Bapak Agus Mulyono, S.T., M.M., kepada Kades Koper  yaitu Bapak  Ayub