Pengembangan sumber daya ekonomi masyarakat desa tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ada kerja sama antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan (stakeholders), baik pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga swadaya masyarakat, insitusi swasta dan perguruan tinggi. Masyarakat desa yang produktif perlu dibimbing agar bisa memiliki penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Untuk suatu usaha sampai pada tingkat mandiri, diperlukan suatu upaya atau proses untuk menggali dan memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Desa Serdang Kulon , Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten ini memiliki peluang sekaligus tantangan yaitu banyaknya masyarakat khususnya generasi muda yang sudah sudah menyelesaikan pendidikan namun belum memiliki kegiatan atau pekerjaan untuk membantu ekonomi keluarganya.


Dalam rangka meningkatkan potensi masyarakat khususnya generasi muda, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Ecoprint di Desa Serdang Kulon, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten” yang dilaksanakan dari tanggal 30 April sd 2 Mei 2024.

Pembukaan Kegiatan PKM dihadiri Ibu Dr. Rini Alfatiyah, ST. M.T., CMA selaku Kaprodi Teknik Industri – Unpam, Ibu Mamih Mulyawati, SE selaku Sekretaris Desa mewakili Kepala Desa Serdang Kulon, Bapak Sudiman, ST, MT selaku Koordinator PKM, dan tim dosen yang akan melaksanakan kegiatan PKM terdiri dari Bapak Edi Supriyadi, S.T., M.T. sebagai Ketua dan narasumber, Bapak Ir. Karya Subarman sebagai narasumber dan Ibu Nova Wisnianingsih, S.T’, M.M. sebagai instruktur, sedangkan perwakilan dari mahasiswa, Denis dan Iman Nur.

Ibu Sekretaris Desa Serdang Kulon dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pamulang, khususnya Program Studi Teknik Industri atas kepeduliannya menyelenggarakan PKM di Desa Serdang Kulon dan berharap kegiatan PKM dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para peserta pelatihan di Desa Serdang Kulon untuk menyerap ilmu yang disampaikan para dosen, dapat dipraktekkan dan berdampak positif terhadap kegiatan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia Desa Serdang Kulon. Ibu Dr. Rini Alfatiyah, S.T., M.T, CMA dalam sambutannya menyampaikan bahwa Desa Serdang Kulon ini merupakan salah satu desa binaan dan diharapkan kegiatan dalam PKM ini dapat menciptakan peluang bisnis dan untuk meraihnya diperlukan ketekunan dan usaha-usaha yang maksimal.

Dalam pemaparannya, Bapak Karya Subarman selaku narasumber menjelaskan bahwa pewarnaan produk di Indonesia sangat beragam teknik, bahan, maupun jenisnya. Ecoprint merupakan salah satu teknik pewarnaan kontemporer yang ditemukan pada abad 20. Teknik pewarnaan tersebut menggunakan bahan alami,diantaranya seperti bunga, batang, daun, dan akar yang tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Pengembangan ilmu pewarnaan teknik ecoprint ini salah satu cara alternatif dalam menunjang pertumbuhan dunia pendidikan dan dunia industri sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan untuk menunjang kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan dan industri yang tetap memperhatikan sisi ramah lingkungan
Teknik pewarnaan ecoprint merupakan kategori teknik pewarnaan pencapan. Warna yang dihasilkan dari teknik pewarnaan ecoprint adalah berbentuk motif yang menyerupai bentuk bahan pewarna yang digunakan. Bahan yang digunakan biasanya berupa tumbuh-tumbuhan bisa bagian daun, bunga, batang, maupun akar yang memiliki kriteria tertentu. Salah satu tumbuhan yang bisa digunakan adalah daun dengan kriteria berbulu halus pada permukaannya seperti daun jati. Motif yang dihasilkan dari daun tersebut akan mendetail hingga terlihat tulang daun dan pori-porinya. Untuk menghasilkan warna ecoprint yang baik harus mempertimbangkan teknik pewarnaan ecoprint, jenis bahan yang digunakan, jenis zat fiksasi, massa zat fiksasi hingga lama proses pewarnaan.
Teknik ecoprint dapat dilakukan dengan teknik mengkukus (steaming) atau teknik pukul (pounding). Teknik-teknik tersebut dapat dilakukan di baik di workshop maupun dapur rumah dengan peralatan yang sederhana. Seluruh proses penelitian ecoprint dianggap unggul dalam bidang ramah lingkungan, maka teknik ecoprint semakin populer tidak hanya di kalangan tata busana, namun juga di kalangan umum seperti seniman, pengrajin kriya (homemade handcraft), dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa dengan alat dan cara yang tepat teknik ecoprint bisa dilakukan oleh siapa saja.

Selesai pemaparan, kegiatan selanjutnya demontrasi penggunaan teknik ecoprint dengan teknik pukul (pounding) oleh 2 orang peserta pelatihan dibawah supervisi Ibu Nova Wisnianingsih selaku instruktur, dengan bahan kain katun, motifnya dari daun pepaya jepang dan daun lainnya yang didapat dipekarangan tempat demonstrasi dilaksanakan, plastic, palu dan alas keramik . Teknik pounding dilakukan dengan menyiapkan kain yang telah dibersihkan, lalu menaruh tumbuhan dibawah kain dan atasnya dilapisi plastik. Setelah itu, tumbuhan dipukul-pukul menggunakan palu guna mengeluarkan pigmen warnanya. Tahap selanjutnya, kain bisa langsung dijemur untuk mengeringkannya. Langkah yang terakhir adalah melakukan fiksasi, yakni merendam kain pada air yang dicampur dengan tawas.

Selama kegiatan demontrasi berlangsung, para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Kami berharap, pelatihan ini dapat memberikan motivasi, wawasan, dan kesadaran kepada peserta pelatihan untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam mencarikan solusi inovatif terhadap permasalahan (kebutuhan) masyarakat sekaligus mampu menciptakan peluang bisnis bagi pengrajin dan mendorong lahirnya wirausahawan baru dari masyarakat Desa Serdang Kulon.