Pembangunan pada dasarnya merupakan proses perubahan yang mengarah kepada hasil yang lebih baik antara lain melalui proses pertumbuhan ekonomi. Proses pembangunan ekonomi tersebut dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan ekonomi di berbagai sektor, termasuk di sektor industri yang membutuhkan pengelolaan usaha dan diantaranya memerlukan dukungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pembangunan industri dengan penggunaan teknologi maju terutama penggunaan mesin-mesin industri, adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Satu sisi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas kerja, tetapi disisi lain harus disertai pula dengan pembangunan sumberdaya manusia yang mampu melaksanakan dan mengoperasikan mesin-mesin tersebut termasuk pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja yang memerlukan perhatian yang seksama. (Nur Rachmad, 1999) . Keselamatan sistem kerja merupakan dasar pencegahan kecelakaan dan harus secara penuh mendokumentasikan potensi bahaya, tindakan pencegahan dan metode kerja yang aman termasuk training pekerjaan.  Secara lebih detail dapat dijelaskan bahwa analisis keselamatan pekerjaan adalah suatu metode untuk meninjau ulang suatu pekerjaan melalui identifikasi potensi bahaya yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan yang terkait dengan masing-masing tahapan pekerjaan dan pengembangan langkah-langkah yang selamat untuk meniadakan, mengendalikan atau mencegah potensi bahaya terjadinya kecelakaan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang, kegiatan PKM ini wajib dilakukan oleh setiap dosen di Universitas Pamulang, minimal satu kali dalam satu semester. Dosen yang terlibat dalam kegiatan PKM ini yaitu sebagai ketua pengusul Aod Abdul Jawad, S.T., M.M., serta nara sumber Tedi Dahniar, S.T., M.T.,  Dr. Ir. Edi Iswanto Wiloso, M.A.Sc,  serta 3 orang mahasiswa semester 5 yaitu Avinda Oktaviana Riska Putri, Prita Meidiazti Syahputri  dan Utami Nurliansih. Ketua pengusul yaitu Bapak Aod Abdul Jawad, S.T., M.M mengusulkan kegiatan PKM kali ini dengan melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema  PENGENALAN TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DALAM PERTANIAN PADA KELOMPOK USAHA TANI (KUT) DI DESA MEKAR SARI, KECAMATAN RAJEG, KABUPATEN TANGERANG-BANTEN.

Kegiatan PKM ini dilakukan dengan beberapa rangkaian, pertama pembukaan oleh ketua pengusul Bapak Aod Abdul Jawad, ketua pengusul menyampaikan kata sambutan dan sekaligus membuka acara PKM dengan tema Pengenalan Tentang Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Dalam Pertanian Pada Kelompok Usaha Tani (KUT) Di Desa Mekar Sari.  Sambutan kedua  dari  kepala kepala desa Mekarsari  yaitu Ibu Hj. Fadlah, S.E  menyampaikan dalam situasi yang sudah melewati masa endemic COVID-19, saat ini para petani di desanya harus mulai diperkenalkan dengan pemahaman akan kesehatan dan keselamtan kerja pada bidang pertanian di desanya, mengingat populasi mata pencaharian penduduk di Desa Mekarsari untuk profesi petani menduduki peringkat kedua setelah pedagang. Beliau sangat berterimakasih dengan adanya pelatihan dan pembinaan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang dengan  tema Pengenalan dan Pemahaman Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Dalam Pertanian  di Desa Mekarsari. Harapannya kedepan setelah mengikuti pembinaan ini para petani didesanya sudah dibekali dengan pengetahuan yang memadai sehingga bisa lebih siap lagi dalam melakukan aktifitasnya.

Kemudian dilanjutkan oleh beberapa nara sumber, Bapak Tedi Dahniar  memberikan pemaparan materi pelatihan kepada para peserta seminar atau pelatihan tentang pengenalan dan pemahaman kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam pertanian , beliau menjelaskan kepada para peserta seminar mengenai alur atau bagan urutan kerja penanaman padi dimulai dari membajak sawah, mengairi sawah, menanam bibit, menyebar bibit padi, memberikan pupuk, sampai kegiatan memanen padi. Dalam tiap tahapan proses tersebut terdapat beberapa resiko terkait dengan kesehatan dan keselamatan pekerja/petani pada khususnya. Dalam lingkup kesehatan misalnya, beberapa usaha preventif dan kuratif untuk penyakit-penyakit umum, penyakit akibat kerja, dan kecelakaan kerja. Bapak Tedi Dahniar  menambahkan bahwa penyakit-penyakit umum dibagi menjadi dua sisi yaitu dari sisi lingkungan dan dari sisi perorangan atau individu petani. Pada sisi lingkungan hal yang berkaitan adalah penyediaan air minum yang sesuai dengan standar baku kesehatan air minum, pembuangan kotoran manusia, air limbah, dan sampah. Juga pemberantasan penyakit lain seperti malaria, DBD dan lain-lain. Jika dari sisi individu hal yang berkaitan adalah minum air yang sudah dimasak atau layak minum, buang air besar di kakus, memakai alas kaki, memakai topi, dan lain-lain. Betapa pentingnya pengenalan mengenai kesehatan ditempat kerja ini mulai dilaksanakan oleh para petani  di desa Mekarsari guna menjaga kondisi kesehatan individu dan lingkungan agar tetap sesuai dengan yang diharapkan.

Selain aspek dari kesehatan yang sudah diuraikan oleh narasumber pertama, narasumber kedua yaitu Bapak Edi Iswanto Wiloso  menambahkan pada aspek keselamatan kerja dan juga penyakit akibat kerja atau sering dikenal dengan PAK. Beberapa aspek potensi kecelakaan kerja pada bidang pertanian diantaranya seperti penggunaan alat-alat pertanian, penggunaan otot, tulang, dan sendi. Beberapa penyakit akibat kerja diantaranya golongan fisik seperti iklim, radiasi; golongan biologis seperti jamur, bakteri;  golongan kimia seperti pestisida, pupuk; ergonomi; dan psikologi. Bapak Edi Iswanto Wiloso  juga menjelaskan bagaimana tindakan pencegahan agar penyakit akibat kerja (PAK) tersebut dapat ditanggulangi dan dicegah agar tidak sampai terjadi.  Kemudian rangkaian akhir acara yaitu pemberian piagam dan tanda tangan kerjasama  kepada Pemerintah Desa Mekarsari. Pemberian piagam ini dilakukan oleh ketua PKM yaitu Bapak Aod Abdul Jawad, S.T., M.M., kepada Kepala Desa  Mekarsari  yaitu Ibu Hj. Fadlah S.E