Mengapa UMKM Harus Beralih ke Digital Marketing Di dunia yang serba digital saat ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode pemasaran tradisional. Pergeseran signifikan dalam perilaku konsumen terlihat dengan maraknya platform online dan media sosial. Menurut laporan Data Reportal, pada tahun 2022, lebih dari 4,6 miliar orang adalah pengguna internet aktif. Memanfaatkan audiens online yang luas ini sangat penting bagi UMKM. Dengan menerapkan strategi pemasaran digital, UMKM dapat meningkatkan visibilitas merek mereka, memastikan penawaran mereka ditampilkan tepat di mana pun calon pelanggan mereka berada secara online. Salah satu tantangan besar yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan anggaran, khususnya di bidang pemasaran. Namun, pemasaran digital menghadirkan solusinya. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Google Ads menawarkan opsi periklanan bertarget yang memastikan Laba atas Investasi (ROI) lebih tinggi.

Berdasarkan studi HubSpot, kampanye pemasaran digital rata-rata menghasilkan ROI 200-300%. Hal ini menjadikannya lebih hemat biaya dibandingkan metode pemasaran tradisional, sehingga memungkinkan UMKM mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien dan mendapatkan nilai lebih baik untuk uang mereka. Pemasaran digital bukan hanya tentang visibilitas online; ini juga tentang pemasaran yang cerdas. Menggunakan alat seperti Google Analytics, UMKM dapat mengumpulkan data tentang perilaku, preferensi, dan pola pembelian audiens target mereka. Ini berarti kampanye dapat disesuaikan berdasarkan data real-time. Sebuah survei yang dilakukan oleh McKinsey (2019) menyoroti bahwa bisnis yang menggunakan pemasaran berbasis data memiliki peluang enam kali lebih besar untuk menghasilkan keuntungan dari tahun ke tahun. UMKM dapat memanfaatkan keunggulan ini, memastikan bahwa setiap keputusan pemasaran didukung oleh data nyata, sehingga memaksimalkan potensi keberhasilan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, kami dari kelompok Pengabdian Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang (UNPAM) khususnya program studi Teknik Industri yang berjumlah 3 dosen terpanggil untuk ikut serta membantu memecahkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Di Desa Tegal   Kecamatan   Kemang Kabupaten  Bogor dan ingin mengajak pemuda karang taruna dan segenap warganya untuk dapat mengembangkan hasil kegiatan industri dengan cara meningkatkan berwirausaha berpeluang menjadi Indsutri Kecil Menengah, untuk itu kegiatan tim program PKM memberikan judul “Membangun Peluang Industri Kecil Menengah Dengan Bumdes Untuk Mewujudkan Terbukanya Lapangan Pekerjaan Di Desa Tegal   Kecamatan   Kemang Kabupaten  Bogor”.

Dengan adanya PKM ini dapat diperhitungkan dalam meningkatkan hasil perindustrian dapat stabilisasi sistem ekonomi yang ada dan dalam pembangunan ekonomi diwilayah bogor pada khususnya dan meningkatkan industri kecil menengah di Indonesia. Pelaku usaha rumahan selalu digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan penting, karena sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern. Peranan usaha kecil tersebut menjadi bagian yang diutamakan dalam setiap perencanaan tahapan pembangunan yang dikelola oleh dua departemen yaitu Departemen Perindustriandan Perdagangan, serta Departemen Koperasi dan IKM di Desa   Tegal   Kecamatan   Kemang Kabupaten  Bogor.

Foto lampiran Media Masa

Pembekalan Peran Digitalisasi Industri Kecil Menengah