INOVASI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG MENJADI KOMPOS ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN
Published on: 25 Nov 2025

Pengabdian kepada Masyarakat

Universitas Pamulang merupakan salah satu perguruan tinggi yang berkomitmen tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Program Studi Teknik Industri melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Pada tahun akademik 2025/2026, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kadu, Kampung Sempur, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dengan mengusung tema “Inovasi Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Menjadi Kompos Organik Ramah Lingkungan.”
Desa Kadu khususnya Kampung Sempur, dikenal luas sebagai daerah dengan produksi pisang yang sangat melimpah. Hampir di setiap rumah warga dapat dijumpai pohon pisang yang ditanam di pekarangan. Bahkan, desa ini telah memiliki brand lokal bernama “Meong” sebagai identitas produk olahan pisang khas daerah tersebut. Namun, di balik potensi besar tersebut masih terdapat satu permasalahan yang sering terabaikan, yaitu limbah kulit pisang. Selama ini, kulit pisang hanya dibuang begitu saja tanpa pemanfaatan lebih lanjut, padahal memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos organik yang bermanfaat bagi lingkungan dan bernilai ekonomis.
Melihat peluang tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang berinisiatif untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan pengolahan limbah organik.
Melalui kegiatan ini, warga Desa Kadu diajak untuk mengolah limbah kulit pisang menjadi kompos organik yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat mendukung kegiatan usaha kecil menengah (UMKM) di desa tersebut, misalnya dengan menjual produk kompos sebagai produk ramah lingkungan bernilai jual.
Kegiatan yang berlangsung pada 05 Oktober 2025 ini melibatkan partisipasi aktif warga setempat melalui berbagai kegiatan seperti penyuluhan, simulasi pembuatan kompos, dan praktik langsung di lapangan. Dengan metode yang mudah dipahami, masyarakat dapat memanfaatkan kulit pisang menjadi pupuk alami yang dapat digunakan untuk pertanian atau dijual kembali sebagai produk ramah lingkungan.
Selain mendapatkan ilmu dan keterampilan baru, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial positif dan warga menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah organik dari rumah tangga. Beberapa warga bahkan berinisiatif untuk membuat kelompok kecil yang berfokus pada produksi kompos secara berkelanjutan sebagai bagian dari kegiatan UMKM desa. Dari sisi lingkungan, manfaatnya pun mulai terlihat, pengelolaan limbah kulit pisang menjadi kompos membantu mengurangi volume sampah organik yang sebelumnya dibuang ke tempat pembuangan akhir. Kompos yang dihasilkan juga digunakan kembali oleh warga untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah, sehingga tercipta sistem ekonomi sirkular sederhana yang berkelanjutan di tingkat desa. Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM berbasis inovasi hijau. Masyarakat diharapkan mampu mengembangkan produk turunan dari hasil pelatihan ini dan menjadikannya sebagai peluang usaha baru yang mendukung kesejahteraan warga.
Universitas Pamulang berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat serta menjadi contoh nyata bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar, baik bagi lingkungan maupun perekonomian desa. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini menjadi wujud semangat gotong royong, kreativitas, dan kesadaran ekologis menuju desa yang mandiri dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, program pengabdian ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu membentuk pola pikir baru di kalangan masyarakat, terutama dalam melihat potensi limbah sebagai sumber daya bernilai. Dengan dukungan dan pendampingan dari civitas akademika Universitas Pamulang, Desa Kadu dapat menjadi contoh desa inovatif yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan sosial secara seimbang. Kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan lain, maupun sektor industri yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Semoga semangat pengabdian ini terus tumbuh dan menginspirasi, sehingga Universitas Pamulang bersama masyarakat dapat berjalan berdampingan dalam membangun masa depan desa yang hijau, mandiri, dan berdaya saing.




