Upaya Efisiensi Biaya Dalam Pembuatan Sabun Cuci Piring Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa
Published on: 13 Jul 2026

Pengabdian kepada Masyarakat
Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang (UNPAM)
yang tergabung dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)
melaksanakan penyuluhan kepada
masyarakat di Kampung Griya Serpong Asri ,Rt 05/Rw 07 Suradita, Cisauk
Kabupaten Tangerang,Banten. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 April
2026 dengan mengusung tema “Upaya
Efisiensi Biaya Cuci Piring Untuk Mengingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa”.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring cair dengan biaya produksi yang efisien. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi 5 kelompok agar proses penyampaian materi, praktik pembuatan sabun, diskusi, serta pendampingan dapat berjalan lebih efektif dan interaktif.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh satu kelompok mahasiswa yang terdiri dari 5 orang mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Pamulang. Selama kegiatan berlangsung, tim mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai proses Program pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan sabun cuci piring cair berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa dalam memproduksi sabun secara mandiri. Kegiatan ini mampu menciptakan efisiensi biaya rumah tangga serta membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, usaha pembuatan sabun cuci piring berpotensi menjadi salah satu produk unggulan desa yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui beberapa rangkaian acara yang tersusun
secara sistematis. Acara diawali
dengan pembukaan oleh pembawa acara
(MC) dari perwakilan peserta yang bertugas sebagai moderator kegiatan. Setelah
pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh pemateri
dari masing-masing kelompok mahasiswa.
Pada sesi inti, mahasiswa memaparkan materi presentasi sesuai dengan tema yang telah ditentukan, yaitu mengenai
produksi, inovasi, branding, pemasaran, dan pemanfaatan sabun cuci piring.
Penyampaian materi dilakukan secara bergantian oleh setiap kelompok dengan
metode presentasi dan diskusi interaktif agar peserta lebih mudah memahami
materi yang diberikan. Melalui
kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis,
tetapi juga mendapatkan wawasan praktis mengenai pengembangan produk sabun cuci
piring memiliki nilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Selanjutnya acara PKM dilanjutkan dengan penyampaian materi
mengenai produksi, inovasi, branding, pemasaran, dan pemanfaatan sabun cuci
piring ramah lingkungan oleh masing-masing kelompok mahasiswa. Materi yang disampaikan berupa
edukasi terkait pentingnya mengidentifikasi kebutuhan
masyarakat terkait penghematan biaya rumah tangga. Melalui penyuluhan ini,
masyarakat diberikan pemahaman mengenai proses pengolahan limbah organik
menjadi produk sabun cuci piring berkualitas tinggi yang dapat dimanfaatkan
sebagai energi alternatif sekaligus peluang usaha masyarakat.
Dalam penyampaian materi, peserta diberikan penjelasan
mengenai tahapan produksi sabun cuci piring mulai dari pemilihan bahan baku,
pencampuran bahan, hingga proses pengemasan produk agar memiliki
kualitas dan nilai
jual yang lebih
baik. Selain itu, masyarakat
juga diberikan wawasan mengenai pentingnya inovasi produk untuk meningkatkan
daya saing sabun cuci piring di pasaran, termasuk cara menciptakan produk yang
lebih menarik, efisien, dan memiliki kualitas pembakaran yang optimal.
Kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya
branding dan pemasaran produk agar sabun
cuci piring hasil produksi masyarakat dapat dikenal
lebih luas dan memiliki
peluang penjualan yang lebih tinggi. Peserta diberikan pengetahuan mengenai
strategi pemasaran sederhana, penggunaan kemasan yang menarik, serta
pemanfaatan media promosi untuk meningkatkan nilai tambah produk. Dengan adanya
pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha mandiri
berbasis sabun cuci piring ramah lingkungan secara lebih kreatif dan
berkelanjutan.
Melalui kegiatan PKM ini, masyarakat diharapkan dapat
memahami bahwa pembuatan sabun cuci piring tidak hanya membantu mengurangi
pengeluaran rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang
menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Adapun manfaat dari
kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan masyarakat dalam memproduksi sabun cuci piring yang berkualitas,
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi rumah tangga, serta
mendorong terciptanya peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Dengan adanya kegiatan PKM ini, masyarakat diharapkan dapat
memahami pentingnya pembuatan sabun cuci piring sebagai produk kebutuhan
sehari-hari yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan peluang pasar yang luas.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, peserta diharapkan mampu
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh mengenai proses produksi,
pengemasan, branding, pemasaran, serta pengelolaan usaha sabun cuci piring
secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Setelah selesainya kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini, masyarakat diharapkan lebih memahami cara membuat sabun cuci piring yang efektif, aman, dan berkualitas sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan sendiri maupun dipasarkan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha rumahan berbasis produk kebutuhan rumah tangga, sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Selaku ketua PKM, Afridal, bersama seluruh anggota kelompok mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kampung Griya Serpong Asri ,Rt 05/Rw 07 Suradita, Cisauk Kabupaten Tangerang, Banten. atas partisipasi dan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Semoga materi dan pelatihan yang telah diberikan dapat memberikan manfaat, menambah wawasan, serta menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk briket ramah lingkungan yang bernilai ekonomis.




