Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang Mengadakan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Bersama Masyarakat di Griya Serpong Asri
Published on: 12 Jul 2026

Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan
ini dilaksanakan di Griya Serpong Asri RT 05/RW 07, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk,
Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten pada tanggal
24 sampai dengan
26 April 2026. Pelaksanaan kegiatan dibimbing oleh Taufik, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing dan dilaksanakan oleh tim
mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang yang terdiri atas Ahmad
Syaifullah sebagai ketua pelaksana, serta Hilman Mulyana, Presilia Aisyah Imah
Pratiwi, Narhiman, dan Saif Luthfianto sebagai anggota. Kegiatan
ini juga mendapat
dukungan dari Ketua RT 05, Bapak Arie Yunus, serta diikuti oleh
masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga dan warga yang memiliki minat
untuk mempelajari keterampilan pembuatan sabun cuci piring cair.
Pemilihan
tema pelatihan pembuatan sabun cuci piring didasarkan pada tingginya kebutuhan
masyarakat terhadap produk kebersihan rumah tangga tersebut. Sabun cuci piring
merupakan salah satu kebutuhan pokok yang digunakan setiap hari baik oleh rumah
tangga maupun pelaku usaha kuliner. Penggunaan sabun cuci piring cair saat ini
semakin diminati karena dianggap lebih praktis, mudah digunakan, dan memiliki
daya larut yang baik dibandingkan produk berbentuk krim atau padat. Selain
sebagai kebutuhan rumah tangga, sabun cuci piring cair juga memiliki peluang
usaha yang cukup menjanjikan karena
permintaan pasar yang relatif stabil dan terus meningkat. Namun
demikian, sebagian besar masyarakat masih berperan sebagai konsumen dan belum
memiliki keterampilan untuk memproduksi sabun cuci piring secara mandiri.
Padahal, proses pembuatannya relatif sederhana serta dapat dilakukan dengan
modal yang terjangkau. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sebagai peluang usaha yang mampu meningkatkan
pendapatan keluarga.
Pelaksanaan
kegiatan dilakukan selama tiga hari dengan materi dan metode yang berbeda pada setiap tahapannya. Pada hari pertama,
kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang diisi oleh sambutan dari
Ketua RT, dosen pembimbing, dan tim mahasiswa Universitas Pamulang. Dalam
kesempatan tersebut, tim PKM menjelaskan tujuan kegiatan serta pentingnya
pengembangan keterampilan usaha rumahan sebagai salah satu alternatif dalam
meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya, peserta
diberikan materi mengenai peluang usaha sabun cuci piring cair serta pengenalan
alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya. Bahan yang
diperkenalkan meliputi texapon, sodium sulfat,
garam, pewarna, parfum,
dan air. Selain
menjelaskan fungsi masing-masing bahan, tim PKM juga
memberikan pemahaman mengenai prosedur pencampuran yang benar agar dapat
menghasilkan produk sabun cuci piring yang berkualitas baik, memiliki daya
bersih optimal, serta aman digunakan.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik langsung pembuatan sabun cuci piring cair. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba seluruh tahapan proses pembuatan dengan pendampingan langsung dari tim mahasiswa. Proses dimulai dari pencampuran texapon dengan air sebagai bahan utama pembentuk busa, kemudian dilanjutkan dengan penambahan sodium sulfat dan garam untuk memperoleh tingkat kekentalan yang sesuai. Setelah itu, peserta menambahkan pewarna dan parfum guna meningkatkan daya tarik produk. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait komposisi bahan, teknik menghasilkan busa yang lebih banyak dan tahan lama, serta cara mengatasi kegagalan dalam proses pencampuran. Tim PKM menjawab setiap pertanyaan secara komunikatif dan mudah dipahami sehingga suasana pelatihan berlangsung interaktif dan kondusif. Selain memberikan keterampilan teknis, tim juga menyampaikan pentingnya menjaga kualitas produk agar dapat bersaing di pasaran apabila nantinya diproduksi dalam skala usaha rumahan.
Pada hari ketiga, kegiatan diarahkan pada aspek pengemasan produk dan strategi pemasaran sederhana. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan yang menarik dalam meningkatkan nilai jual produk. Tim PKM menjelaskan berbagai teknik pengemasan sederhana menggunakan botol plastik yang mudah diperoleh serta cara membuat label produk yang informatif dan menarik. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai strategi pemasaran yang dapat dilakukan melalui lingkungan sekitar, jaringan pertemanan, maupun media sosial. Pemanfaatan media digital dinilai menjadi salah satu sarana promosi yang efektif karena mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya yang relatif rendah. Melalui materi ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu memproduksi sabun cuci piring cair, tetapi juga memahami langkah-langkah dalam mengembangkan usaha secara mandiri.
Secara
keseluruhan, kegiatan pelatihan mendapatkan respons yang sangat positif dari
masyarakat. Peserta mengaku memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang
sebelumnya belum pernah mereka dapatkan. Selain itu, mereka juga merasa
termotivasi untuk mencoba
memproduksi sabun cuci piring cair secara mandiri baik untuk kebutuhan rumah
tangga maupun sebagai produk yang dapat dijual. Antusiasme peserta selama
kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat dan memiliki manfaat yang nyata dalam meningkatkan keterampilan produktif warga. Beberapa
peserta bahkan menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan usaha kecil berbasis produk kebersihan rumah tangga setelah mengikuti kegiatan ini.




