Mendorong Peningkatan Kualitas Produksi UKM Pangan Olahan di Desa Keboncau dengan GMP
Published on: 22 Jul 2025

Pengabdian kepada Masyarakat
Kusaba ARB, Teluk Naga, Tangerang, 24-26 April 2025 menjadi hari penting bagi masyarakat Desa Keboncau dengan diselenggarakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di bidang pangan olahan. Kegiatan yang difokuskan pada pengenalan Good Manufacturing Practices (GMP), yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku UKM di desa tersebut.
Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Priyo Wibowo, S.Si., M.T., Agus Mulyono, S.T., M.T., dan dibantu mahasiswa Prodi Teknik Industri merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dari Prodi Teknik Industri, Universitas Pamulang untuk mendukung pengembangan UKM. Di Indonesia, UKM memegang peranan penting dalam perekonomian, terutama di sektor pangan olahan. Namun, banyak UKM yang masih menghadapi tantangan dalam hal kualitas produk dan keamanan pangan. Oleh karena itu, pengenalan GMP menjadi sangat relevan untuk membantu meningkatkan standar produksi dan daya saing UKM.

Apa Itu Good Manufacturing Practices?
Good Manufacturing Practices (GMP) adalah serangkaian pedoman yang dirancang untuk memastikan bahwa produk yang diproduksi memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan. Penerapan GMP sangat penting bagi UKM pangan olahan, karena dapat membantu mereka meminimalkan risiko kontaminasi, meningkatkan efisiensi produksi, dan pada akhirnya, meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk yang dihasilkan.
Kegiatan sosialisasi GMP di Desa Keboncau dilaksanakan melalui serangkaian workshop dan pelatihan yang melibatkan para pelaku UKM setempat. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar GMP, termasuk sanitasi, pengendalian kualitas, dan manajemen risiko. Selain itu, peserta juga diajarkan cara menerapkan GMP dalam proses produksi sehari-hari.
Ketua Pelaksana kegiatan, Priyo Wibowo, S.Si., M.T., menjelaskan, "Penerapan GMP bukan hanya tentang memenuhi regulasi, tetapi juga tentang menciptakan budaya kualitas yang akan meningkatkan daya saing di dalam usaha. Ini adalah investasi jangka panjang bagi UKM."
Respon dan Manfaat bagi UKM
Respon dari peserta sangat positif. Salah satu peserta, Umi Yati, mengungkapkan, "Saya merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini. Saya jadi lebih paham tentang cara menjaga kebersihan dan kualitas produk saya. Ini sangat penting untuk menarik lebih banyak pelanggan."
Manfaat yang diperoleh dari penerapan GMP sangat signifikan. Dengan mengikuti pedoman GMP, UKM di Desa Keboncau dapat meningkatkan kualitas produk mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing di pasar. Selain itu, penerapan GMP juga membantu UKM dalam memenuhi standar keamanan pangan yang semakin ketat, sehingga produk mereka lebih diterima oleh konsumen.
Harapan ke Depan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan tidak hanya berhenti di sini. Rencana tindak lanjut mencakup pendampingan berkelanjutan bagi UKM dalam menerapkan GMP secara konsisten. Selain itu, diharapkan akan ada kolaborasi lebih lanjut antara pemerintah, akademisi, dan pelaku UKM untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UKM pangan olahan di Desa Keboncau.
Kepala Desa Keboncau, Ahmad Nur, S.H., berharap, “Dengan penerapan GMP yang baik, diharapkan produk pangan olahan dari UKM di Desa Keboncau tidak hanya dapat bersaing di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas”. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha pangan olahan di daerah tersebut. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen untuk meningkatkan kualitas, UKM di Desa Keboncau siap untuk melangkah ke era baru yang lebih b




