Logo

SOSIALISASI PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBAGAN UMKM SABUN CUCI PIRING CAIR

Published on: 25 Nov 2025

Pengabdian kepada Masyarakat

Pelatihan ini diberikan kepada masyarakat Kampung Kawaron Girang, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Peserta pelatihan terdiri dari ibu rumah tangga, pemuda, dan pelaku usaha kecil lokal yang memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga. Pihak pelatih berasal dari Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang, yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Keduanya berperan aktif dalam memberikan bimbingan teknis dan manajerial kepada warga agar mampu mengembangkan UMKM berbasis produk rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan. Kehadiran tim akademisi ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Pelatihan ini dilaksanakan karena sebagian besar warga di Kampung Kawaron Girang masih menggantungkan penghasilan pada sektor informal dengan peluang usaha yang terbatas. Padahal , wilayah ini memiliki potensi sumber daya manusia  dan bahan baku lokal yang melimpah untuk dikembangkan menjadi usaha mikro produktif. Salah satu peluangnya adalah pembuatan sabun cuci piring cair, yang meimiliki permintaan tinggi, proses produksi sederhana, serta bahan mudah diperoleh.

Selain itu, masyarakat belum memiliki pengetahuan yang cukup dalam hal manajemen usaha, pengemasan produk, dan strategi pemasaran digital. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan jiwa kewirausahaan agar masyarakat mampu beralih dari konsumen menjadi produsen kreatif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemberdayaan ekonomi keluarga dan penguatan ekonomi desa berbasis UMKM.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2025 sebagai bagian dari program  Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pamulang. Waktu pelaksanaan dipilih dengan mempertimbangkan ketersediaan warga, yaitu pada akhir pekan (yatu di hari minggu) agar tidak mengganggu aktivitas utama mereka.
Pelatihan berlangsung selama satu  hari penuh, meliputi sesi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik pembuatan produk, serta sesi evaluasi dan diskusi terbuka. Jadwal kegiatan juga disusun agar menciptakan suasana belajar yang partisipatif dan aplikatif, di mana peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diberikan pada hari yang sama.

Pelatihan dilaksanakan di Balai Pertemuan Kampung Kawaron Girang, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Lokasi ini dipilih karena strategis, mudah dijangkau oleh peserta, serta memiliki fasilitas yang memadai untuk kegiatan praktik dan sosialisasi.

Selain di balai pertemuan, sebagian kegiatan lanjutan seperti monitoring hasil produksi dan pembinaan usaha kecil dilakukan langsung di rumah-rumah warga yang menjadi peserta. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kontekstual, di mana masyarakat dapat mengembangkan keterampilannya tanpa meninggalkan aktivitas sehari-hari. Keterlibatan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat juga memperkuat semangat gotong royong dan kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan.dapat beralih dari pengguna menjadi produsen yang mandiri dan kreatif.

Kampung Kawaron Girang memiliki potensi sumber daya manusia yang besar dengan banyak ibu rumah tangga dan pemuda yang siap diberdayakan. Namun, keterbatasan modal, keterampilan produksi, serta minimnya pengetahuan tentang pengelolaan usaha menjadi hambatan utama dalam mengembangkan UMKM. Oleh karena itu, kegiatan ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan teknis pembuatan sabun cuci piring cair dan strategi pengembangan usaha berbasis kebutuhan lokal.

Jenis pelatihan yang diberikan dalam kegiatan ini berfokus pada pembuatan sabun cuci piring cair ramah lingkungan sebagai produk utama yang mudah dibuat, bernilai ekonomis, dan memiliki potensi pasar yang luas. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta, mulai dari aspek teknis hingga manajerial. Dalam tahap awal, peserta diperkenalkan pada konsep dasar formulasi sabun cair, seperti fungsi setiap bahan, cara pencampuran, dan teknik pengemulsi yang benar agar menghasilkan sabun yang kental, wangi, dan efektif membersihkan lemak. Tim mahasiswa memberikan penjelasan ilmiah sederhana tentang reaksi kimia yang terjadi dalam proses pembuatan sabun, sehingga peserta memahami mengapa setiap bahan harus diukur dengan takaran tertentu.

A group of people standing in a room

AI-generated content may be incorrect.

Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode edukatif, partisipatif, dan aplikatif. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi pemberdayaan UMKM, di mana tim PKM menjelaskan pentingnya kemandirian ekonomi serta peluang usaha melalui inovasi produk rumah tangga. Setelah itu, dilanjutkan dengan demonstrasi langsung proses pembuatan sabun cuci piring cair oleh tim dosen dan mahasiswa.

Peserta kemudian melakukan praktik mandiri dengan bahan dan alat yang telah disiapkan, disertai pendampingan dari mahasiswa. Pada sesi akhir, dilakukan diskusi interaktif dan evaluasi hasil produk, di mana peserta mendapatkan masukan terkait kualitas sabun, aroma, warna, dan efektivitas pembersihannya.

Selain itu, peserta dibekali modul pelatihan dan panduan bisnis sederhana agar dapat meneruskan kegiatan produksi secara mandiri di rumah. Tim dosen juga melakukan pendampingan lanjutan (follow-up mentoring) untuk membantu warga dalam mengurus perizinan, memasarkan produk, dan mengembangkan jaringan distribusi lokal.
Dengan cara ini, pelatihan tidak berhenti pada transfer ilmu, tetapi berlanjut menjadi pemberdayaan nyata yang menciptakan perubahan sosial dan ekonomi bagi masyarakat desa.

Secara keseluruhan, kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM Sabun Cuci Piring ini menjadi contoh konkret bagaimana peran akademisi dapat mendorong transformasi sosial dan ekonomi di tingkat masyarakat. Melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diberdayakan untuk menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan UMKM lain di wilayah sekitar dan memperkuat perekonomian lokal berbasis kreativitas masyarakat.

A bottle of liquid next to a plant

AI-generated content may be incorrect.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Semoga program “Sosialisasi Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM Sabun Cuci Piring” ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kadu Sempur dan menjadi kontribusi positif Universitas Pamulang dalam mewujudkan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.


Berita Relative

  • Strategi Pemasaran dan Rekayasa Rantai Pasok sebagai Pilar Technopreneurship Produk Kebersihan Rumah Tangga di Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten

    Teknik Industri

    28 Apr 2026

    Learn more
    Featured Image
  • Penguatan Ekonomi Desa Melalui Produksi Pupuk Kompos Berstandar Iso 9001 Dengan Dukungan Akuntansi Biaya Di Desa Cibunar, Parungpanjang

    Teknik Industri

    8 Okt 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Upaya Efisiensi Biaya Dalam Pembuatan Sabun Cuci Piring Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa

    Teknik Industri

    13 Jul 2026

    Learn more
    Featured Image
  • Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat Penyuluhan Peningkatan Nilai Tambah Produk Sabun di Desa Banjarsari

    Teknik Industri

    13 Nov 2025

    Learn more
    Featured Image