Logo

Transformasi Visual UMKM Detergen Desa Kemuning, Pendampingan Strategis Pengemasan Berbasis Canva untuk Meningkatkan Daya Saing

Published on: 13 Apr 2026

Pengabdian kepada Masyarakat

Kab. Tangerang – Di tengah gempuran persaingan pasar produk kebersihan rumah tangga, kreativitas dalam pengemasan (packaging) menjadi kunci utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menarik perhatian konsumen. Memahami urgensi tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari perguruan tinggi melaksanakan kegiatan pendampingan intensif bertajuk "Strategi Pemilihan Packaging Menarik Berbasis Canva untuk UMKM Detergen Eco-Friendly". Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 11 hingga 13 April 2026, berlokasi di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten.

Program pengabdian ini diketuai oleh Patria Adhistian, ST, MM, seorang akademisi dan praktisi yang memiliki fokus pada pengembangan kapasitas bisnis. Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang menghubungkan keilmuan akademis dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Sinergi antara tim pelaksana dengan perangkat desa terlihat begitu kuat, dengan hadirnya Sekretaris Desa Kemuning, Bapak Halimi, yang memberikan dukungan penuh terhadap pemberdayaan warga melalui inovasi teknologi digital.

Desa Kemuning, yang terletak di Kecamatan Kresek, memiliki potensi ekonomi yang cukup besar melalui sektor UMKM. Salah satu produk unggulan yang sedang dikembangkan oleh warga adalah detergen eco-friendly. Namun, tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha di desa ini bukan terletak pada kualitas produk semata, melainkan pada aspek "wajah" atau kemasan produk. Banyak pelaku UMKM masih menggunakan kemasan standar tanpa identitas merek (branding) yang kuat, sehingga produk mereka sulit bersaing dengan produk industri besar di toko ritel modern atau marketplace daring.

Patria Adhistian, ST, MM, dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan, menekankan bahwa kemasan bukan sekadar wadah untuk menampung produk. "Di era digital saat ini, kemasan adalah komunikasi visual pertama antara penjual dan pembeli. Jika kemasannya tidak menarik, calon pelanggan bahkan tidak akan melirik kualitas isi di dalamnya. Melalui pendampingan ini, kami ingin membekali warga Desa Kemuning dengan keterampilan desain grafis yang praktis dan aplikatif agar detergen eco-friendly mereka memiliki nilai jual yang lebih tinggi," ungkap Patria.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang dengan metode workshop partisipatif. Tim pengabdian menghadirkan Agus Syahabudin, ST, MT, sebagai pemateri utama yang ahli di bidang teknis dan desain industri. Agus memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya psikologi warna, pemilihan tipografi, hingga komposisi elemen dalam sebuah desain label kemasan.

Kehadiran Bapak Halimi, selaku Sekretaris Desa, memberikan legitimasi dan semangat tambahan bagi para peserta. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian. "Pemerintah Desa Kemuning sangat menyambut baik inisiatif ini. Kami berharap setelah pelatihan selama tiga hari ini, wajah produk detergen kita berubah menjadi lebih profesional. Kami ingin produk dari Desa Kemuning bisa menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di sekitar Kresek, tapi juga ke kota-kota besar," ujar Pak Halimi.


Mastering Canva: Desain Profesional Tanpa Batas

Salah satu keunggulan utama dari program ini adalah penggunaan platform Canva sebagai media desain utama. Mengapa Canva? Agus Syahabudin menjelaskan bahwa Canva memiliki kurva pembelajaran yang sangat rendah, sehingga sangat ramah bagi pelaku UMKM yang mungkin tidak memiliki latar belakang pendidikan desain grafis formal.

Selama proses pendampingan, Agus Syahabudin memandu para peserta langkah demi langkah:

  1. Pengenalan Branding: Peserta diajarkan untuk menentukan logo dan slogan yang merepresentasikan nilai produk detergen eco-friendly—yaitu ramah lingkungan, aman bagi kulit, dan memiliki daya bersih maksimal.
  2. Pemilihan Palet Warna: Mengingat produknya adalah detergen ramah lingkungan, tim menyarankan penggunaan palet warna yang menenangkan seperti hijau, biru muda, atau putih bersih, yang memberikan kesan higienis dan alami.
  3. Teknis Aplikasi Canva: Peserta mempraktikkan cara mencari template kemasan, mengunggah foto produk, mengubah jenis huruf (font), serta menambahkan informasi penting seperti komposisi produk, izin edar (PIRT), dan kontak produsen.
  4. Optimasi Media Sosial: Tidak hanya mendesain kemasan fisik, para peserta juga diajarkan cara membuat materi promosi digital untuk media sosial seperti Instagram dan WhatsApp Business menggunakan elemen desain yang konsisten dengan label kemasan.

Agus Syahabudin menegaskan, "Teknologi adalah alat bantu. Dengan Canva, warga Desa Kemuning kini bisa menjadi desainer untuk produknya sendiri. Mereka tidak lagi perlu mengeluarkan biaya mahal untuk menyewa desainer profesional setiap kali ingin membuat perubahan label atau materi promosi."

Salah satu poin penting dalam materi yang disampaikan adalah bagaimana mengomunikasikan narasi "Eco-Friendly" (ramah lingkungan) ke dalam desain kemasan. Produk detergen konvensional sering kali menggunakan kemasan plastik yang mencolok. Namun, untuk detergen ramah lingkungan, desain yang dipilih haruslah mampu mengomunikasikan keberlanjutan.

Melalui pendampingan ini, warga diajarkan untuk menyematkan pesan-pesan edukatif pada kemasan, seperti "Bebas Fosfat," "Aman untuk Limbah Air," atau "Ramah bagi Kulit Sensitif." Penggunaan grafis daun atau elemen organik dalam desain label dipadukan dengan tata letak yang bersih (clean layout) menjadi fokus utama. Dengan demikian, konsumen secara instan akan memahami keunggulan produk hanya dengan melihat labelnya.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya merasa minder dengan tampilan produk mereka, kini memiliki kepercayaan diri baru. "Saya tidak menyangka ternyata membuat label yang terlihat mahal itu semudah ini. Dulu saya pikir harus jago menggambar dulu, ternyata dengan Canva dan arahan dari Pak Agus, saya bisa membuat desain yang terlihat profesional," ujar salah satu peserta UMKM.

Program pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Patria Adhistian ini diharapkan menjadi pemantik bagi pertumbuhan ekonomi mandiri di Desa Kemuning. Dengan kemasan yang lebih menarik, detergen eco-friendly diharapkan dapat memasuki jaringan toko yang lebih luas dan meningkatkan nilai jual produk secara signifikan.

Bapak Halimi, Sekretaris Desa, menutup rangkaian kegiatan dengan komitmen untuk terus memantau perkembangan pelaku UMKM. Pemerintah Desa berencana untuk memfasilitasi kebutuhan cetak label dan pendampingan pemasaran digital bagi warga yang telah mengikuti pelatihan.

Transformasi ini adalah bukti bahwa desain yang baik bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar dalam dunia bisnis modern. Melalui langkah kecil di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, gelombang pemberdayaan UMKM melalui teknologi digital telah dimulai, membawa harapan bagi kesejahteraan ekonomi warga Banten yang lebih cerah di masa depan.

 

Berita Relative

  • Mahasiswa/I Teknik Industri Universitas Pamulang (UNPAM) Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat(PKM): Pelatihan Pemasaran Sabun Berbasis Media Sosial Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Pada Desa Banjarsari

    Teknik Industri

    10 Nov 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang "Formulasi Pakan Ternak (Pelet Ikan)"

    Teknik Industri

    25 Nov 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Edukasi Peluang Usaha Produk Home Care Berbasis Technopreneurship pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Umkm) di Kelurahan Buaran

    Teknik Industri

    15 Apr 2026

    Learn more
    Featured Image
  • Dosen Teknik Industri Universitas Pamulang Laksanakan PKM di Kelurahan Buaran Serpong Melalui Penyuluhan Pembuatan Detergen Pencuci Piring

    Teknik Industri

    4 Apr 2026

    Learn more
    Featured Image