Kegiatan PKM Mahasiswa : Penyelamatan Lingkungan dari Dapur , Edukasi Bahaya Minyak Jelantah dan Potensi Daur Ulangnya Untuk Masyarakat Kampung Cisarua
Published on: 10 Mei 2026

Pengabdian kepada Masyarakat
Tangerang Selatan – Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang Kampus Witana menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada tanggal 20 April sampai 22 April 2026 dengan tema “Penyelamatan Lingkungan dari Dapur : Edukasi Bahaya Minyak Jelantah dan Potensi Daur Ulangnya”. Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 20 April sampai 22 April 2026 dibawakan oleh Program Studi Teknik Industri yang diwakili oleh Bapak Rusmalah, S.T., M.T. yang membawakan topik terkait Edukasi Bahaya Minyak Jelantah dan Potensi Daur Ulangnya. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak sembarangan memakai atau membuang minyak jelantah, serta mendorong pemanfaatannya kembali secara aman dan bernilai ekonomi. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah Ismail Baharudin (231010860167) , Andri Waldi (231010850183) , Ilmaya Sari (231010850059) , Prayoga Mardi P (231010850173).

Pada
sesi pertama tanggal 20 April , Bapak Rusmalah, S.T., M.T. menyampaikan
penyuluhan kepada tim pengabdian sekaligus edukasi langsung kepada warga
Kampung Cisarua tentang "Penyelamatan Lingkungan dari Dapur: Edukasi
Bahaya Minyak Jelantah dan Potensi Daur Ulangnya". Sesi ini membahas
ancaman pencemaran dari minyak jelantah bekas masak yang sering dibuang
sembarangan, serta cara mengubahnya menjadi peluang ekonomi melalui daur ulang.
Materi utama meliputi bahaya lingkungan dari jelantah (seperti penyumbatan
saluran dan kerusakan ekosistem air), teknik daur ulang sederhana untuk produk
bernilai (seperti lilin aromaterapi), strategi pengemasan menarik, dan
pembentukan kelompok usaha berkelanjutan. Bapak Rusmalah menekankan bahwa inti
program ini adalah membangun kesadaran warga agar melihat sampah dapur sebagai
aset, bukan beban. Dengan kreativitas dan kontrol kualitas, jelantah yang
tadinya merusak lingkungan kini bisa jadi sumber penghasilan rumah tangga,
memutus siklus polusi sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif kampung cisarua.
Pada
sosialisasi ini, sorotan utama adalah pengemasan kreatif dan pemasaran digital
untuk daur ulang minyak jelantah dari dapur, demi selamatkan lingkungan Kampung
Cisarua. Mahasiswa tekankan bahwa desain kemasan cantik plus label edukatif
soal bahaya jelantah (seperti polusi air dan saluran mampet) bisa naikkan nilai
jual produk daur ulang seperti lilin aromaterapi. Warga Kampung Cisarua dilatih
foto produk pakai HP seadanya, serta simulasi cepat manfaatkan medsos dan
marketplace untuk jangkau pembeli di luar Cilograng—sehingga potensi ekonomi
daur ulang jadi mandiri dan kurangi limbah dapur secara nyata.




