Optimasi Pemasaran Digital Berbasis Media Sosial untuk Produk Pembersih Pakaian
Published on: 16 Mei 2026

Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan usaha
atau bisnis tidak akan pernah terlepas dari proses pemasaran. Pemasaran
merupakan ujung tombak yang berfungsi menarik pelanggan baru sekaligus
mempertahankan konsumen yang sudah ada melalui pemenuhan kebutuhannya. Tanpa
strategi pemasaran yang tepat, perusahaan atau unit usaha akan kesulitan
mendapatkan keuntungan, bahkan berisiko mengalami penurunan penjualan yang
drastis.
Fenomena inilah yang kerap menjadi batu sandungan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Banyak pelaku usaha yang sangat andal dalam proses produksi, namun sering kali terbentur dan kesulitan dalam memasarkan produknya. Minimnya wawasan pasar membuat produk mereka sulit berkembang, padahal UMKM dinilai menjadi salah satu penggerak utama dalam stabilitas perekonomian nasional saat ini. Pemasaran dan distribusi produk nyatanya masih menjadi masalah klasik yang menghantui para pelaku usaha kecil kita. Melihat hal tersebut, tim akademisi dari Universitas Pamulang turun langsung melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Kegiatan PKM sesuai gambar 1 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 5–7 Mei 2026 ini, berfokus pada pengenalan dan optimasi digital marketing sebagai strategi bersaing bagi pelaku usaha lokal.

Gambar 1. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kemuning
Menilik Potensi
dan Tantangan Riil di Desa Kemuning
Desa Kemuning yang
saat ini dipimpin oleh Kepala Desa Bapak Jamaludin, S.E., memiliki
karakteristik masyarakat yang tergolong heterogen suku dan budayanya. Secara administratif,
desa ini terdiri atas 3 dusun, 3 RW, dan 3 RT. Meski terbagi dalam beberapa
wilayah dusun, masyarakat Desa Kemuning dikenal memiliki kekompakan yang tinggi
dalam membangun desa yang sejahtera serta menjalin hubungan kerja sama yang
baik.
Berdasarkan data
profesi masyarakat Desa Kemuning, terdapat sekitar 650 orang yang bergerak di
bidang wiraswasta, di mana sektor perdagangan menduduki peringkat ke-284
sebagai sumber penghasilan utama masyarakat. Dua komoditas potensial yang
menjadi sorotan dalam program ini adalah usaha kuliner Telur Asin yang digemari
masyarakat luas, serta produk kebutuhan rumah tangga berupa Pembersih Pakaian. Namun,
keterbatasan jangkauan pasar membuat produk-produk berkualitas dari Desa
Kemuning ini belum dikenal secara luas di luar lingkungan desa. Mengutip pakar
pemasaran Sofjan Assauri (2007), usaha pemasaran yang menunjang keberhasilan
haruslah didasarkan pada konsep pemasaran yang tepat untuk dapat menentukan
strategi pasar yang mengarah pada sasaran yang dituju. Di sinilah, ruang
digital hadir memberikan jawaban bagi tantangan tersebut.
Solusi Strategis:
Menjemput Perubahan Perilaku Konsumen
Secara garis
besar, solusi dari permasalahan utama mitra dikemukakan oleh Kelompok PkM
Universitas Pamulang. Kelompok ini beranggotakan para dosen yaitu Ramdani Lukito, S.T., M.T. dan Wahyu,
S.T., M.M., serta didukung oleh kolaborasi aktif mahasiswa Teknik Industri
Unpam, yaitu Budi Stiawan, Roby Aprilyanto, dan Sandy Hazaa Prasetyo, dan
Tentunya dari Prodi Teknik Industri, Universitas Pamulang .Langkah strategis
yang ditawarkan bertumpu pada dua pilar utama yang sangat kontekstual dengan
kondisi masa kini.
Pilar pertama
adalah edukasi mengenai perubahan pola perilaku konsumen pasca-pandemi (new
normal). Kelompok PkM memberikan informasi mendalam bahwa konsumen saat ini
jauh lebih dominan memilih dan memesan produk secara langsung melalui gawai (gadget)
mereka. Perubahan perilaku yang serba praktis ini menuntut pelaku UMKM untuk
segera beradaptasi dan mulai bertransaksi melalui digital marketplace.
Pilar kedua adalah
memberikan paparan serta panduan praktis mengenai cara mengoptimalkan media
sosial sebagai platform niaga, khususnya untuk produk rumah tangga seperti
Pembersih Pakaian. Tren perbelanjaan secara online yang kian meningkat dan
diprediksi akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat di masa depan,
menjadikan penguasaan pasar digital ini sebagai modal wajib agar UMKM Desa
Kemuning dapat berjualan secara mandiri dan memperluas pasar tanpa batas.
Media Sosial
Sebagai Stimulan Murah dan Efektif
Digital marketing merupakan kegiatan promosi dan pencarian pasar melalui media digital
secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana, salah satunya melalui
jejaring sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga TikTok. Di era
modern, dunia maya tak lagi hanya mampu menghubungkan orang dengan perangkat,
melainkan menghubungkan manusia di seluruh penjuru dunia tanpa sekat geografis.
Media sosial
diposisikan sebagai sarana digital marketing yang paling mudah dan murah
untuk dimanfaatkan saat ini. Dibandingkan dengan pembuatan situs web (website)
yang memerlukan keahlian pemrograman khusus, media sosial jauh lebih mudah
dipelajari oleh pelaku UMKM. Selain efisien secara biaya, media sosial juga
memiliki keunggulan berupa kemampuan interaksi langsung secara dua arah (engagement)
dengan calon konsumen.
Mengacu pada data
agensi digital We Are Social, lima besar media sosial yang paling banyak
digunakan di Indonesia didominasi oleh YouTube (93,8%), WhatsApp (87,7%),
Instagram (86,6%), Facebook (85,5%), dan Twitter (63,6%). Pemanfaatan platform
yang sudah akrab di kehidupan sehari-hari ini diharapkan dapat menjadi stimulan
bagi perkembangan kewirausahaan dan keberlangsungan UMKM Desa Kemuning agar
tidak sekadar bertahan untuk mencari pendapatan harian, tetapi mampu bersaing
secara berkelanjutan.
Pelaksanaan
Kegiatan di Lapangan
Kegiatan
Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada hari Selasa, Rabu, dan
Kamis, tanggal 5–7 Mei 2026. Dimulai setiap pukul 09.00 WIB hingga selesai,
bertempat di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Tangerang. Dalam pelaksanaannya,
kegiatan PkM ini menerapkan metode yang terstruktur melalui dua tahapan utama.
Langkah pertama
diisi dengan pembinaan dan sosialisasi, di mana peserta penyuluhan diberikan
materi mengenai usaha meningkatkan perekonomian melalui digital marketplace.
Secara khusus, tim pengabdian memberikan sosialisasi alat kerja berupa
"Optimasi Pemasaran Digital Berbasis Media Sosial untuk Produk Pembersih
Pakaian" serta strategi perluasan pasarnya.
Langkah kedua
dilanjutkan dengan pelatihan praktis dan ruang diskusi interaktif. Usai
pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan luas untuk mendiskusikan kendala
bisnis mereka. Sesi tanya jawab ini menjadi ruang bagi warga untuk memperjelas
hal-hal teknis yang masih membingungkan, mulai dari cara membuat konten promosi
yang menarik, pengelolaan media sosial, hingga manajemen transaksi secara
online.
Sinergi dan
Apresiasi Bersama
Keberhasilan dan
kelancaran kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak terlepas dari dukungan
penuh berbagai pihak yang saling bersinergi. Oleh karena itu, segenap tim
pelaksana PKM menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang
sebesar-besarnya kepada Bapak Jamaludin, S.E., selaku Kepala Desa Kemuning,
beserta seluruh jajaran perangkat desa dan masyarakat yang telah menyambut
hangat, memfasilitasi tempat, serta berpartisipasi aktif selama kegiatan.
Dukungan kelembagaan yang luar biasa juga datang dari internal kampus, di antaranya dari Ibu Dr. Ir. Rini Alfatiyah, S.T., M.T., CMA., selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Pamulang, serta Bapak Tedi Dahniar, S.T., M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang, yang terus mendorong dosen dan mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat demi mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.Melalui sinergi kokoh ini, masyarakat Desa Kemuning diharapkan dapat mengoptimalkan gawai di tangan mereka menjadi mesin penggerak ekonomi baru yang membawa kesejahteraan berkelanjutan bagi seluruh warga desa.




