Logo

PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING CAIR SEBAGAI ALTERNATIF PRODUK RUMAH TANGGA BERKELANJUTAN

Published on: 16 Nov 2025

Pengabdian kepada Masyarakat

Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Salah satu kegiatan PKM yang dilaksanakan adalah di Kampung Kawaron Girang, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dengan tema “Pembuatan Sabun Cuci Piring Cair sebagai Alternatif Produk Rumah Tangga Berkelanjutan.” Tema ini dipilih karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam menciptakan produk ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh ketergantungan masyarakat terhadap produk pabrikan yang mengandung bahan kimia pabrikan yang berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak buruk bagi kesehatan. Sabun cuci piring cair merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga yang digunakan setiap hari, namun sebagian besar produk yang beredar di pasaran masih mengandung bahan seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Lauryl Ether Sulfate (SLES). Bahan-bahan tersebut meskipun efektif membersihkan lemak, dapat menimbulkan residu kimia yang tidak ramah lingkungan. Melalui kegiatan pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada cara pembuatan sabun cuci piring cair yang aman, ramah lingkungan, hemat biaya, serta memiliki potensi untuk dijadikan produk usaha kecil.

Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang, bekerja sama dengan aparatur desa dan warga Kampung Kawaron Girang, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten. Peserta utama kegiatan ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam penggunaan dan pengelolaan produk rumah tangga. Seluruh kegiatan dilaksanakan di Kampung Kawaron Girang, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan tahap koordinasi antara tim dosen dan mahasiswa dengan aparatur desa serta perwakilan warga setempat. Tujuannya adalah untuk menentukan waktu, lokasi, serta teknis pelaksanaan kegiatan agar berjalan efektif dan melibatkan partisipasi masyarakat secara optimal. Tahap berikutnya adalah sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui penggunaan produk rumah tangga yang berbahan alami. Tim pengabdian memberikan edukasi mengenai bahaya penggunaan bahan kimia berlebihan dalam kehidupan sehari-hari serta memperkenalkan konsep eco-friendly household products sebagai solusi nyata dalam mewujudkan gaya hidup berkelanjutan.

Kegiatan inti berupa pelatihan pembuatan sabun cuci piring cair dilakukan dengan metode praktik langsung. Peserta yang mayoritas terdiri dari ibu rumah tangga dilatih untuk mencampurkan bahan-bahan dasar seperti Texapon,, natrium klorida (NaCl), pewangi, dan pewarna ramah lingkungan sesuai dengan takaran yang tepat. Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian menjelaskan fungsi setiap bahan, langkah-langkah pencampuran, serta prinsip keselamatan kerja yang perlu diperhatikan agar produk yang dihasilkan aman digunakan. Pelatihan ini tidak hanya menekankan pada hasil akhir berupa sabun cair, tetapi juga pada pemahaman proses produksi, pengendalian mutu, serta strategi pengemasan sederhana agar produk memiliki daya tarik dan nilai jual.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari warga Kampung Kawaron Girang. Peserta terlihat aktif dalam bertanya, mencatat setiap langkah proses, dan turut serta dalam praktik pembuatan. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan sabun cair dengan kualitas yang baik, memiliki tingkat kekentalan yang sesuai, busa yang melimpah, serta aroma yang lembut. Beberapa peserta bahkan menunjukkan ketertarikan untuk menjadikan produk tersebut sebagai peluang usaha rumahan dengan memasarkan hasil produksinya di lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan PKM ini tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk pengetahuan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.  

Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sebagai wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui interaksi langsung antara dosen, mahasiswa, dan warga, terjalin hubungan yang harmonis dan produktif. Masyarakat memperoleh ilmu dan keterampilan baru, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman sosial serta kemampuan menerapkan teori yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam konteks kehidupan nyata. Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini cukup luas. Dari sisi ekonomi, masyarakat memperoleh peluang baru untuk mengembangkan usaha kecil berbasis produk rumah tangga. Dari sisi sosial, kegiatan ini menumbuhkan semangat gotong royong dan kerja sama dalam menghasilkan produk bersama. Dari sisi lingkungan, kegiatan ini berkontribusi dalam mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dan mendukung gerakan hidup ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan dapat diimplementasikan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan “Pembuatan Sabun Cuci Piring Cair sebagai Alternatif Produk Rumah Tangga Berkelanjutan” berhasil menumbuhkan kesadaran, keterampilan, dan kreativitas warga dalam menciptakan produk yang bermanfaat serta bernilai ekonomi. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan dengan tema-tema inovatif lainnya seperti pembuatan sabun mandi alami, deterjen cair, atau produk pembersih serbaguna agar masyarakat semakin mandiri dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan ekonomi modern.

Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat memiliki dampak yang signifikan dalam mendorong pemberdayaan sosial-ekonomi berbasis ilmu pengetahuan. Melalui transfer teknologi sederhana, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan praktis tetapi juga termotivasi untuk terus berinovasi dan menjaga kelestarian lingkungan. Dengan adanya kesinambungan program seperti ini, diharapkan terwujud masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.





Berita Relative

  • Penerapan FMEA Sederhana untuk Kurangi Kontaminasi Sampah Daur Ulang di Bank Sampah Benua Hijau

    Teknik Industri

    13 Nov 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Sosialisasi Potensi K3 Untuk Menghindari Kecelakaan dalam Dalam Proses Produksi UMKM di Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan

    Teknik Industri

    7 Apr 2026

    Learn more
    Featured Image
  • STRATEGI PEMASARAN DGITAL DALAM MENINGKATKAN PRODUK PENGOLAHAN PISANG UNTUK PENDAPATAN MASYARAKAT DESA

    Teknik Industri

    25 Nov 2025

    Learn more
    Featured Image
  • PENERAPAN ERGOMOMI PADA AKTIVITAS RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN DAN EFISIENSI PEKERJAAN RUMAH TANGGA

    Teknik Industri

    30 Des 2025

    Learn more
    Featured Image