PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DOSEN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG PERENCANAAN KEBUTUHAN PERSEDIAAN PRODUK UMKM DENGAN METODE TIME SERIES UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PELANGGAN DI PERUMAHAN BENUA INDAH TANGERANG
Published on: 19 Jan 2026

Pengabdian kepada Masyarakat
Tim Dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang (UNPAM) telah sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional mitra. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 24 hingga 26 Oktober 2025, di Bank Sampah Benua Indah.

UMKM berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan. Selain menyediakan lapangan kerja, UMKM juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga dan perempuan. Namun, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam aspek produksi, manajemen, serta akses pasar. Untuk itu, program pelatihan yang tepat guna sangat dibutuhkan untuk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk.
Melihat kebutuhan masyarakat yang besar tersebut maka Dosen Universitas Pamulang melakukan pengabdian kepada masyarakat di desa tersebut dengan tema “Perencanaan Kebutuhan Persediaan Produk Umkm Dengan Metode Time Series Untuk Memenuhi Kebutuhan Pelanggan Di Perumahan Benua Indah Tangerang ”. melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) , dengan ketua pelaksanaan PKM Bapak Wanto Sarwoko.S.T.,M.T., dengan anggota Ibu Nabila Muthiah Zahra S.T., M.Sc. sebagai Narasumber, serta 3 orang mahasiswa yang terlibat dalam PKM.

Potensi dibidang ekonomi Masyarakat Perumahan Benua Indah tergolong sangat baik, karena masyarakat di sana karena cukup banyak Masyarakat yang membuka Usaha (UMKM) sendiri. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada pada Usaha Mikro 4 Kecil dan Menengah (UMKM) di Perumahan Benua Indah Tangerang, Banten dalam mengendalikan masalah persediaan agar stok produk UMKM bisa sesuai dengan jumlah permintaan sehingga tidak terlalu besar dan juga tidak kekurangan saat permintaan meningkat. Kelompok UMKM harus mampu memperkirakan kebutuhan produk dengan baik karena persoalan persediaan akan sangat berpengaruh pada biaya (modal) yang dikeluarkan. Lebih dari itu perputaran modal juga sangat penting bagi UMKM yang memang umumnya modal yang digunakan tidak terlalu besar. Ketepatan jumlah stok produk yang disesuaikan dengan jumlah permintaan akan menjadi penting sekali. Karena jika terjadi kesalahan terkait kebijakan persediaan produk, maka akan meningkatkan risiko kerugian bagi UMKM. Karena stok produk yang terlalu besar tentu berisiko perputaran modal menjadi terhambat, sedangkan stok produk yang terlalu sedikit akan berisiko tidak tercapainya laba usaha yang optimal.




