Logo

Petani Bunar Belajar K3, Produksi Pupuk Organik Menjadi Lebih Aman dan Produktif

Published on: 11 Jul 2026

Pengabdian kepada Masyarakat

TANGERANG – Puluhan petani di Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, kini memiliki bekal baru dalam menjalankan aktivitas produksi pupuk organik. Mereka mengikuti pelatihan intensif Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang (UNPAM). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan menanamkan budaya kerja aman di tengah pengolahan limbah pertanian yang selama ini kerap mengabaikan risiko dan paparan bahan berbahaya.

Ketua tim pengabdi, Agus Taufik, menyatakan bahwa sektor pengolahan limbah pertanian—terutama pembuatan pupuk organik dari jerami padi dan kotoran ternak menyimpan potensi bahaya serius jika diabaikan. Mulai dari paparan gas amonia hasil fermentasi hingga cedera akibat kelalaian. “Selama ini kesadaran akan bahaya kerja masih kurang. Padahal, keselamatan bukan hanya melindungi pekerja, tetapi juga menentukan kualitas produk,” ujarnya di sela-sela pelatihan, Minggu (10/5).

Pelatihan dibagi dalam tiga tahapan utama. Hari pertama diisi dengan penyuluhan prinsip dasar K3, metode identifikasi bahaya melalui pendekatan Job Safety Analysis (JSA), serta pentingnya Alat Pelindung Diri (APD) standar. Para peserta juga diajak menyusun Prosedur Operasi Standar (POS) yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Hari kedua, tim mendampingi peserta dalam penerapan prosedur tersebut. Sementara hari ketiga menjadi puncak kegiatan dengan praktik langsung dan simulasi penanganan risiko di tempat produksi.

Pada sesi praktik, tim PKM mendemonstrasikan cara memakai dan merawat APD dengan benar agar efektif mencegah paparan gas amonia maupun cedera fisik. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung hangat. Sebanyak 24 peserta hadir, mereka aktif mengonsultasikan kendala operasional, seperti keterbatasan fasilitas keselamatan dan risiko fisik saat mengolah limbah.

Salah satu peserta, Jaenudi (45), mengaku selama ini tidak menyadari bahaya gas dari tumpukan jerami yang difermentasi. “Kami biasa bekerja tanpa pelindung. Setelah pelatihan ini, saya baru paham betapa pentingnya masker dan sarung tangan,” tuturnya.

Hasil evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terkait pemahaman peserta tentang materi K3, penggunaan APD, dan tata cara kerja aman sesuai prosedur. Priyo, anggota tim pengabdi lainnya, berharap program ini tidak berhenti di sini. “Kami ingin Desa Bunar menjadi percontohan agribisnis pedesaan yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Jika budaya aman sudah tertanam, produktivitas dan kualitas pupuk organik tentu ikut meningkat,” kata Priyo.

Tim PKM menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pamulang, LPPM UNPAM, aparat desa, dan seluruh warga yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Dengan adanya pembekalan K3 yang komprehensif, para petani di Desa Bunar kini tak hanya mampu menghasilkan pupuk organik berkualitas, tetapi juga bekerja dengan lebih sehat, aman, dan berkelanjutan. (*)

 

Berita Relative

  • Pelatihan Pembuatan Detergent Cair untuk meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Kemuning Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang

    Teknik Industri

    23 Apr 2026

    Learn more
    Featured Image
  • SOSIALISASI PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBAGAN UMKM SABUN CUCI PIRING CAIR

    Teknik Industri

    25 Nov 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Dosen Teknik Industri Universitas Pamulang Laksanakan PKM di Kelurahan Buaran Serpong Melalui Penyuluhan Pembuatan Detergen Pencuci Piring

    Teknik Industri

    4 Apr 2026

    Learn more
    Featured Image
  • Program Studi Teknik Industri Gelar “Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pelatihan Produksi Detergen Cair di Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan”

    Teknik Industri

    13 Apr 2026

    Learn more
    Featured Image