PKM MAHASISWA: PENERAPAN K3 DALAM MENGGUNAKAN MESIN PEMBUATAN PAKAN TERNAK
Published on: 25 Nov 2025

Pengabdian kepada Masyarakat
Kampung Muncang RT 005 RW 007, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten
Bogor —
6–8 November 2025. Penggunaan mesin pelet ikan dan ayam semakin banyak diterapkan oleh
masyarakat desa sebagai upaya meningkatkan produktivitas usaha ternak dan
perikanan. Namun, pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) dalam pengoperasian mesin masih sangat terbatas.
Berdasarkan kondisi tersebut, kami tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)
Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan mengenai
penerapan K3 pada penggunaan mesin pelet.

Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memahami prosedur operasi aman
(safe operating procedures), mengenali potensi bahaya, serta mampu melakukan
pencegahan kecelakaan kerja saat menggunakan mesin pelet. Mesin pelet
merupakan peralatan mekanik yang melibatkan putaran cepat, dan komponen
bergerak yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Tanpa pemahaman K3, risiko seperti luka
tangan, terjepit, tersengat listrik, serta kebakaran menjadi lebih tinggi.
Penerapan K3 bukan hanya melindungi pekerja, tetapi juga meningkatkan umur
mesin dan menjaga kualitas pelet yang dihasilkan. Dengan meningkatnya
penggunaan mesin oleh para peternak dan pembudidaya ikan setempat, edukasi K3
menjadi kebutuhan mendesak.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Teknik
Industri
Universitas Pamulang dilaksanakan selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2024, dengan
fokus memberikan edukasi mengenai K3 sekaligus praktik penerapannya secara langsung. Tim
PKM yang terdiri dari Ai Amelia, Dzaffa Maulana,
Muhammad Ali Firdaus Siswoyo, Muhlas, dan Yuda Naufal
Irsyad menyampaikan pemahaman mengenai konsep K3, tujuan
penerapannya dalam penggunaan mesin, potensi risiko yang dapat muncul selama proses kerja,
serta pentingnya membangun kebiasaan kerja yang aman. Penjelasan dilakukan
secara komunikatif agar seluruh peserta memahami hubungan antara keselamatan
kerja dan kelancaran proses produksi pakan.
Setelah pemaparan teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penerapan K3
secara langsung
melalui proses merakit dan mengoperasikan mesin pelet. Masyarakat diajak memeriksa kondisi
mesin sebelum digunakan, memastikan area kerja aman, dan menjalankan setiap
bagian dari proses kerja sesuai prosedur keselamatan. Setelah perakitan
selesai, peserta menerapkan K3 saat mesin diuji coba untuk memproduksi
pelet. Pendampingan dilakukan untuk memastikan setiap langkah kerja dilakukan
dengan benar sehingga warga tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga terbiasa
menerapkan prosedur keselamatan saat bekerja.
Kegiatan berlangsung interaktif karena peserta aktif bertanya. Warga merasa lebih yakin dalam
bekerja setelah mendapatkan pedoman keselamatan yang mudah diterapkan. Salah
satu anggota tim PKM, Ai Amelia, menyampaikan bahwa
penerapan K3 bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi membentuk
kebiasaan bekerja yang menjaga keselamatan diri sendiri dan orang di sekitar.
“Kalau K3 diterapkan secara konsisten, bukan hanya risiko kecelakaan yang
menurun, tetapi pekerjaan juga terasa lebih lancar dan nyaman,” ungkapnya
Anggota tim PKM lainnya, Muhammad Ali Firdaus Siswoyo, juga menambahkan
bahwa
pelatihan ini diharapkan tidak berhenti hanya sampai kegiatan berlangsung, tetapi benar-benar
diterapkan dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. Ia mengatakan, “K3 itu
sederhana kalau sudah dibiasakan. Mulai dari memastikan area kerja aman,
memperhatikan kondisi mesin sebelum digunakan, sampai mematikan mesin dengan
benar. Kalau itu terus dilakukan, pekerjaan jadi jauh lebih aman dan tidak
bikin khawatir.”
Warga Kampung Muncang antusias mengikuti pelatihan karena mesin pelet sangat dibutuhkan
dalam usaha ternak ayam dan perikanan mereka. Banyak peserta menyatakan bahwa
sebelum pelatihan, mereka mengoperasikan mesin secara mandiri tanpa panduan
keamanan.
Penulis : AI Amelia




