Pelatihan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Untuk Peningkatan Ekonomi Melalui Pembuatan Echo Enzim Dengan Pendekatan Perencanaan Dan Pengembangan Produk Di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang
Published on: 14 Mei 2026

Pengabdian kepada Masyarakat
Permasalahan pengelolaan limbah rumah tangga masih
menjadi isu penting di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di daerah
pedesaan yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang terstruktur. Limbah
rumah tangga seperti sisa makanan, kulit buah, dan sayuran sering kali dibuang
secara langsung tanpa melalui proses pemilahan dan pengolahan yang tepat.
Kondisi ini tidak hanya berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, tetapi
juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat apabila dibiarkan dalam
jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan
pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola limbah rumah tangga secara lebih
bijaksana dan produktif.
Salah satu alternatif pengelolaan limbah rumah tangga
yang relatif mudah diterapkan oleh masyarakat adalah melalui pembuatan eco
enzyme. Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti
kulit buah dan sayuran dengan gula dan air dalam periode waktu tertentu. Produk
ini memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai pembersih alami, pupuk cair,
pengurai limbah organik, serta bahan ramah lingkungan yang dapat digunakan
dalam berbagai aktivitas rumah tangga. Selain berkontribusi pada pengurangan
volume sampah organik, pembuatan eco enzyme juga berpotensi memberikan nilai
tambah ekonomi bagi masyarakat apabila dikembangkan sebagai produk yang
memiliki nilai jual.
Desa Kemuning yang berada di Kecamatan Kresek,
Kabupaten Tangerang, memiliki potensi masyarakat yang cukup besar untuk
mengembangkan kegiatan pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri.
Aktivitas rumah tangga yang menghasilkan limbah organik setiap hari dapat
menjadi sumber bahan baku yang melimpah untuk produksi eco enzyme. Namun
demikian, pemahaman masyarakat mengenai teknik pengolahan limbah organik serta
pengembangan produk berbasis eco enzyme masih relatif terbatas. Hal ini
menunjukkan perlunya kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dapat meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya
pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)
ini, tim pelaksana berupaya memberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai
pengelolaan limbah rumah tangga melalui pembuatan eco enzyme dengan pendekatan
perencanaan dan pengembangan produk. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya
meningkatkan kemampuan teknis masyarakat dalam memproduksi eco enzyme, tetapi
juga membuka peluang pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi. Dengan
demikian, kegiatan PKM ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran
lingkungan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa
Kemuning.
Beberapa manfaat dari pengolahan sampah menjadi produk
eco enzyme terhadap lingkungan tentu dapat mengurangi beban tempat pembuangan
akhir (TPA) karena sampah rumah tangga khususnya yang jenis organik dapat
dijadikan bahan untuk memperoduksi eco enzyme selain itu terhadap lingkungan
dapat megurangi efek emisi gas metana ke udara yang disebabkan dari tumpukan
sampah. Mafaat eco enzyme lainnya juga cukup banyak diantarnya dapat di gunakan
sebagai cairan pembersih serbaguna, sebagai pencuci buah dan sayur, untuk
penjernih udara dengan menyemprotkan ke ruangan, sebagai pupuk atau penyubur
tanaman dan masih banyak lagi manfaat lainya.
Masyarakat Desa Kemuning menyambut baik dengan adanya
pelatihan ini yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Pamulang dari Prodi
Teknik Industri, melalui sambutan dari Kepala
Desa Kemuning Bapak Jamaludin, S.E,. yang
disampaikan di kantor desa Kemuning beliau mengatakan bahwa sangat
mengapresiasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, “kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Pamulang dari Prodi
Teknik Industri ini sangat baik dengan memberikan ilmu dan pelatihan langsung
kepada masayarakat, kegiatan ini sangat diperlukan
dalam rangka memberikan pembinaan kepada masayarakat khususnya di wilayah desa
Kemuning dan berharap pelatihan yang di berikan ini bisa di manfaatkan
sebaik-baiknya oleh para peserta dan bisa berkesinambungan dan mengenai materi
nya juga sangat relevan dengan isu-isu lingkungan terkait pengolahan sampah
rumah tangga dan produk yang di hasilkan juga bermanfaat bagi kebutuhan
sehari-hari. Untuk peserta ibu ibu dari kelompok PKK desa kemuning juga cukup
antusias dalam mengikuti acara pelatihan pembuatan eco enzyme.
Acara selanjutnya
adalah demonstrasi atau praktek pembuatan produk eco enzyme yang dilakasanakan
oleh dosen peserta PKM yang di bantu oleh mahasiswa dari program studi teknik
industri yaitu Fauzi Wardian dan Putri Salsabila, Demonstrasi cara pembuatan
eco enzyme dimulai dari pengenalan bahan-bahan dari sisa bahan organik yang di
timbulkan dari aktivitas rumah tangga seperti kulit buah, potongan sayuran,
bahan gula sebagai campuran yang dapat di gunakan adalah gula merah/gula
kelapa, gula aren, molase dan tidak boleh menggunakan gula pasir. Untuk air
yang dapat di gunakan adalah air sumur, air hujan, air condensate dari air
conditioner juga bisa untuk air dari PDAM harus di endapkan dulu minimal 24 jam
untuk menetralisir kandungan kaporitnya.




