Inovasi Produk Olahan Pisang Barangan Menjadi Cookies Sebagai Upaya Peningkatan Konsumsi Buah Pada Anak
Published on: 5 Jan 2026

Pengabdian kepada Masyarakat
Bogor, Jawa Barat – Kelompok mahasiswa Program Studi Teknik Industri S1 Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Inovasi Produk Olahan Pisang Barangan Menjadi Cookies Sebagai Upaya Peningkatan Konsumsi Buah Pada Anak” pada 2 November 2025 di Desa Cimanggu Satu, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini diketuai oleh Meilany Arya Putri bersama anggota Cholilah, Siti Alfinah, Intania Zahra, dan Maria Patrisia Sawu, serta dibimbing oleh dosen Taufik, S.T., M.T. Program ini bertujuan meningkatkan konsumsi buah pada anak melalui pelatihan pembuatan cookies berbahan Pisang Barangan. Produk ini dirancang jadi snack harian yang disukai anak. Gizi masuk. Tetap ekonomis. Potensial jadi usaha rumahan.

Desa Cimanggu Satu merupakan wilayah dengan akses Pisang Barangan yang melimpah. Namun, anak anak belum rutin konsumsi buah harian. Warga juga butuh diversifikasi olahan lokal yang bisa jadi sumber pendapatan baru. Lewat PKM ini, mahasiswa kenalkan cookies pisang sebagai solusi gizi dan peluang ekonomi keluarga. “Kami berharap cookies pisang ini bisa jadi cara baru biar anak makan buah tanpa paksaan. Rasanya enak. Praktis buat bekal sekolah. Bisa juga jadi peluang usaha buat warga,” ujar Meilany Arya Putri selaku ketua pelaksana.
Kegiatan PKM berjalan
satu hari dengan rangkaian sesi penyuluhan dan pemaparan video pembuatan. Tim
edukasi manfaat gizi pisang sebagai sumber serat, kalium, vitamin B6, dan
energi alami. Lalu lanjut pemaparan video pembuatan cookies. Tim adakan sesi tasting
ke 30 anak. Hasil survei cepat tunjuk 87 persen anak suka rasa cookies-nya. Tim
juga hitung simulasi usaha. Biaya produksi 10 cookies sekitar 4.000 sampai
5.500. Harga jual 1.000 per cookies dalam kemasan 10 sampai 20 pcs per toples.
Margin laba 30 sampai 45 persen jika produksi 200+ cookies per hari. Strategi
pemasaran diarahkan ke titip jual di warung dan kantin sekolah.
Dosen pembimbing Taufik, S.T., M.T. menyampaikan bahwa kegiatan ini jadi bentuk kontribusi kampus dalam dorong kemandirian masyarakat lewat inovasi produk lokal. “Mahasiswa bawa pendekatan industri. Tapi implementasinya tetap sederhana. Dampaknya harus terasa dan bisa lanjut dipakai,” ungkapnya. Pemerintah Desa Cimanggu Satu sampaikan apresiasi karena program beri manfaat langsung ke anak dan warga. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pembagian hasil cookies ke peserta. Tim serahkan resep standar agar dapat digunakan kembali untuk konsumsi dan usaha rumahan.
Penulis: Meilany Arya
Putri




