Logo

Penyuluhan Indikator Pemantauan Kualitas Pembangungan Infrastruktur Jalan Untuk Kelancaran Arus Transportasi Logistik

Published on: 5 Apr 2026

Pengabdian kepada Masyarakat

Di tengah gencarnya mobilitas orang dan barang dalam rangka meningkatkan perekenomian Masyarakat Indonesia, maka diperlukan sarana infrastruktur jalan akses yang memadai. Akan tetapi masih banyak kelihatan kerusakan jalan akses terjadi diberbagai jalur Nasional, Provinsi, Kabupaten, Kota dan Jalan akses lainnya. Memahami kondisi tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Perguruan Tinggi melaksanakan kegiatan pendampingan intensif bertajuk "Penyuluhan Indikator Pemantauan Kualitas Pembangungan Infrastruktur Jalan Untuk Kelancaran Arus Transportasi Logistik ". Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 02 hingga 04 April 2026, berlokasi di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten.

Program pengabdian ini diketuai oleh Dr.Eng. Ir. Mairizal, ST, MT, IPU, CSO, ACPE, ASEAN Eng, yaitu seorang akademisi dan praktisi yang memiliki fokus pada pengembangan kompetensi Manajemen Proyek. Kegiatan ini adalah merupakan salah satu wujud nyata dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang menjembatani antara keilmuan akademis dengan kebutuhan pengetahuan masyarakat di lapangan. Kerjasama antara tim pelaksana PKM dengan perangkat Desa terlihat begitu kuat, terlihat dengan hadirnya Sekretaris Desa Kemuning yaitu Bapak Halimi, yang memberikan dukungan penuh terhadap pemberdayaan warga melalui Pemantauan Kualitas Jalan.

Desa Kemuning merupakan salah satu Desa yang terletak didalam kawasan Kecamatan Kresek, yang memiliki potensi ekonomi cukup besar melalui sektor UMKM dan industri lainnya yang memerlukan akses transportasi logistik. Namun masih ada terlihat akses jalan yang perlu dipelihara dengan baik agar arus transportasi logistic tidak tersendat. Namun, tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha di Desa Kemuning ini bukan terletak pada keperluan bahan baku dan produksi saja, melainkan pada aspek "jalan akses" atau jalur pemasaran produk. Banyak pelaku UMKM/industri lainnya masih mengabaikan kebutuhan akses pemasaran produk mereka ke daerah luar Desa Kemuning, sehingga kurang memperhatikan perlunya menggunakan akses jalan yang baik agar menunjang kelancaran mobilitas logistik.

Terlihat Dr.Eng. Ir. Mairizal, ST, MT, IPU, CSO, ACPE, ASEAN Eng, dalam sambutannya pada saat pembukaan kegiatan, menekankan bahwa kualitas jalan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah saja  untuk memantau kualitasnya. "Di era transformasi digital saat ini, indicator kualitas jalan bisa dipelajari melalui media sosial. Jika kualitas jalan kurang sesuai persyaratan, maka akan cepat terjadi kerusakannya Ketika mulai terjadi retak dan genangan air dimusim hujan. Melalui pendampingan ini, kami selaku Praktisi dan Akedemisi ingin membekali warga Desa Kemuning dengan pemahaman pemantauan kualitas jalan," ungkap Mairizal.

Kegiatan PKM yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang dengan metode pelatihan partisipatif. Tim pengabdian menghadirkan Dr. Ir. Gilang Ardi Pratama, ST.Kel, MT, sebagai pemateri utama yang ahli di bidang teknis dan desain jalan rayai. Gilang memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pemantauan kulaitas jalan, pemeliharaan berkala, hingga pemantauan dalam proses pelaksanaan konstruksinya.

Kehadiran Bapak Halimi, selaku Sekretaris Desa bersta Tokoh Masyarakat Desa Kemuning, memberikan dukungan dan semangat tambahan bagi para peserta. Dalam kata sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Tim Pengabdian Masyarakat (PKM). "Pemerintah Desa Kemuning sangat menyambut baik inisiatif yang dilaksanakan beberapa hari kedepan ini. Beliau beserta Masyarakat menyatakan  sangat berharap setelah pelatihan selama tiga hari ini, semua peserta akan mendapatkan pengetahuan teknis yang baru di bidang pemeliharaan jalan.

Berikut adalah analisis kerusakan jalan berdasarkan tahapan siklus hidup jalan:

1.     Tahap Perencanaan (Planning & Design) : Kerusakan pada tahap ini seringkali tidak terlihat secara langsung, namun menjadi penyebab utama kegagalan struktur di kemudian hari.

-     Kesalahan Proyeksi Lalu Lintas: Perhitungan volume kendaraan yang terlalu rendah, sehingga tebal perkerasan tidak mampu menahan repetisi beban kendaraan.

-     Data Tanah Dasar (Subgrade) Tidak Akurat: Survei geoteknik yang kurang memadai mengakibatkan estimasi daya dukung tanah dasar salah, memicu penurunan (settlement) atau amblas.

-     Perencanaan Drainase: Desain saluran drainase yang tidak memadai membuat air meresap ke dalam struktur jalan, melunakkan tanah dasar, dan merusak ikatan aspal.

-     Pemilihan Material: Spesifikasi material yang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan lokal.

2.     Tahap Pelaksanaan (Construction) : Kerusakan timbul akibat penyimpangan dari spesifikasi teknis dan prosedur kerja.

-     Kualitas Bahan: Penggunaan aspal atau agregat yang tidak sesuai spesifikasi.

-     Proses Pemadatan: Pemadatan tanah dasar atau lapisan perkerasan yang tidak mencapai kepadatan yang disyaratkan.

-     Kontrol Suhu Aspal: Suhu pencampuran atau penghamparan aspal yang terlalu rendah/tinggi memengaruhi daya ikat aspal (pelepasan butir).

-     Drainase Sementara: Tidak berfungsinya saluran sementara saat pengerjaan menyebabkan pondasi basah sebelum aspal ditutup.

3.     Tahap Operasional & Pemeliharaan (Operation & Maintenance) : Kerusakan pada tahap ini dianalisis menggunakan metode seperti Surface Distress Index (SDI) atau Pavement Condition Index (PCI) untuk menentukan tindakan perbaikan.

-     Beban Berlebih (Overload): Kendaraan berat yang melebihi beban izin (faktor muatan truk) merupakan penyebab utama kerusakan struktural.

-     Lingkungan dan Drainase: Genangan air akibat saluran drainase yang tersumbat atau bahu jalan yang rusak menyebabkan potholes (lubang) dan retak buaya (alligator cracking).

-     Faktor Usia: Penuaan material aspal yang membuatnya getas dan retak.

-     Kurangnya Pemeliharaan Rutin: Retak kecil yang tidak segera diperbaiki (penutupan retak) akan membesar dan merusak struktur di bawahnya.

Melihat dari antusiasme peserta sangat tinggi. banyak masyarakat yang sebelumnya merasa pesimis dengan Tingkat pengetahuan mereka saat ini, dan akhirnya kini memiliki kepercayaan diri tentang pemeliharaan jalan serta pemantauan kualitas semasa pekerjaan konstruksi.. "Kami merasakan sebelumnya kurang peka melihat retak dan genangan air  di jalan raya yang bisa membuat lobang besar secraa perlahan-lahan” komentar salah satu peserta. Selain itu menanggapi paparan dari Pak Gilang, “ternyata tahapan pelaksanaan jalan agar berkualitas baik seperti itu" ujar salah satu peserta pelatihan.

AKhirnya, Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diketuai oleh Mairizal ini diharapkan akan menjadi pengetahuan penunjang  bagi kelancaran transportasi logistik untuk  Pertumbuhan Ekonomi Mandiri di Desa Kemuning. Dengan pemantauan kualitas jalan  yang lebih rinci, diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak-pihak terkait yang lebih kompeten dan meningkatkan kelancaran arus transportasi secara lebih baik (MZ).

Berita Relative

  • Strategi Digital Marketing Untuk Pengembangan Distribusi Produk Pewangi Di Desa Panongan

    Teknik Industri

    13 Okt 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Pelatihan Pembuatan Cairan Pencuci Piring Untuk Menciptakan Peluang Usaha masyarakat Desa Bunar, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tengerang, Banten.

    Teknik Industri

    1 Okt 2025

    Learn more
    Featured Image
  • SOSIALIASI PENGEMBANGAN STRATEGI DIGITAL MARKETING MAKANAN RINGAN “OPAK” DENGAN PENGEMASAN MODERN UNTUK MENINGKATKAN JANGKAUAN PASAR

    Teknik Industri

    22 Des 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Pelatihan Perencanaan Operasional dan Produksi pada Produk Kebersihan untuk Meningkatkan Produktivitas di Kelurahan Buaran, Tangerang Selatan

    Teknik Industri

    25 Apr 2026

    Learn more
    Featured Image