PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DOSEN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PAMULANG : MODEL EDUKASI 3R REDUCE, REUSE, RECYCLE MELALUI BANK SAMPAH UNTUK PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT DI PERUMAHAN BENUA INDAH, KARAWACI, KOTA TANGERANG
Published on: 13 Nov 2025

Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk nyata
implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menekankan pada kontribusi
akademisi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks ini,
tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan PKM
bertema “Model Edukasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui Bank Sampah untuk
Penguatan Ekonomi Masyarakat”. Di mana Kegiatan ini dilaksanakan di Perum
Benua Indah, Pabuaran Tumpeng, Karawaci, Kota Tangerang, dan diikuti oleh
kelompok ibu-ibu rumah tangga yang menjadi penggerak kegiatan lingkungan di
wilayah tersebut. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya
perempuan, dalam mengelola sampah rumah tangga secara produktif dengan
pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Melalui edukasi dan praktik
pendirian bank sampah, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan
kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi rumah
tangga.
Pengelolaan sampah merupakan salah satu
permasalahan yang kompleks dan terus menjadi perhatian utama di berbagai
daerah, termasuk di Kota Tangerang. Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan
aktivitas ekonomi masyarakat, volume sampah rumah tangga juga mengalami
peningkatan signifikan. Sayangnya, sebagian besar masyarakat masih memiliki
kebiasaan membuang sampah secara konvensional tanpa memilah jenisnya.
Akibatnya, tumpukan sampah menimbulkan pencemaran lingkungan, menurunkan
estetika permukiman, dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Fenomena tersebut mendorong perlunya
sebuah pendekatan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga edukatif dan
partisipatif. Perguruan tinggi sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab
sosial untuk memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan Pengabdian
kepada Masyarakat (PKM). Salah satu bentuk kegiatan yang relevan
adalah edukasi pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse,
Recycle) yang dipadukan dengan pembentukan dan pengelolaan bank
sampah. Konsep ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan,
tetapi juga diarahkan pada penguatan ekonomi keluarga melalui kegiatan
produktif berbasis pengelolaan sampah.
Permasalahan pengelolaan
sampah di kawasan perkotaan seperti Perumahan Benua Indah,
Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang,
mencerminkan kondisi umum masyarakat urban yang menghadapi keterbatasan lahan
dan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya pemilahan sampah.Selain itu, di
kawasan ini, sebagian besar warganya adalah ibu rumah tangga
yang memiliki peran strategis dalam menjaga kebersihan lingkungan serta
mengatur ekonomi keluarga. Namun,
kesadaran mereka terhadap nilai ekonomi dari sampah masih sangat terbatas.
Padahal, melalui pendekatan yang tepat, sampah rumah tangga dapat dikelola
menjadi sumber pendapatan tambahan, misalnya dengan mengubah botol plastik,
kertas bekas, atau limbah organik menjadi produk kreatif bernilai jual.

Melalui
pendekatan edukasi 3R (Reduce,
Reuse, Recycle),
kegiatan ini berupaya memberikan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana
mengurangi sampah dari sumbernya (reduce), menggunakan kembali barang yang
masih layak pakai (reuse), serta mendaur ulang sampah menjadi produk baru
(recycle). Implementasi konsep ini diperkuat dengan pembentukan bank sampah, yaitu lembaga sosial-ekonomi yang menampung,
menimbang, dan menukar sampah yang telah dipilah menjadi tabungan atau nilai
ekonomi bagi masyarakat.
Penerapan
model ini menjadi relevan karena mampu menjawab dua permasalahan utama
sekaligus: masalah lingkungan
dan ekonomi rumah tangga. Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat,secara
terus menerus khususnya ibu rumah tangga, diharapkan muncul kesadaran baru
bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga
dapat menjadi aktivitas produktif yang memberi manfaat finansial. Kegiatan ini
juga menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam
penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang nyata dan berkelanjutan.
Kegiatan
“Model Edukasi 3R
(Reduce, Reuse, Recycle) melalui Bank Sampah untuk Penguatan Ekonomi
Masyarakat”
bertujuan utama untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga dalam
mengelola sampah rumah tangga secara bijak serta mengembangkan potensi ekonomi
melalui daur ulang. Adapun tujuan rinci dari kegiatan ini meliputi:
1.
Meningkatkan kesadaran lingkungan
masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai pentingnya
pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
2.
Memberikan edukasi dan keterampilan
praktis dalam mengelola sampah rumah tangga, termasuk cara
memilah, mendaur ulang, dan menciptakan produk bernilai tambah.
3.
Mengoptimalkan peran perempuan dalam
penguatan ekonomi keluarga, melalui kegiatan kreatif seperti
kerajinan tangan dan pengolahan limbah menjadi produk fungsional.
4.
Menumbuhkan budaya ekonomi sirkular
di masyarakat yang berorientasi pada pemanfaatan sumber daya berkelanjutan dan
ramah lingkungan.
Sasaran kegiatan ini adalah para ibu
rumah tangga di lingkungan Perumahan Benua Indah, yang menjadi
garda terdepan dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus memiliki potensi
sebagai penggerak perubahan perilaku lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini
diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki
kemampuan praktis dalam mengimplementasikan prinsip 3R dan mengelola bank
sampah secara mandiri.
Kegiatan
dilaksanakan dengan pendekatan edukatif,
partisipatif, dan aplikatif. Hari pertama difokuskan pada penyuluhan dan edukasi konseptual, dan diarahkan pada praktik langsung dan pembentukan struktur
pengelola bank sampah. Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan perguruan tinggi dan tokoh
masyarakat setempat, kemudian dilanjutkan dengan sesi penyuluhan mengenai
konsep dasar 3R. Narasumber memaparkan dampak negatif dari pengelolaan sampah
yang buruk serta potensi ekonomi dari pemilahan dan pengolahan sampah. Ibu-ibu
peserta terlihat antusias bertanya tentang cara sederhana memilah sampah di
rumah serta teknik mengolah limbah plastik menjadi barang kerajinan. Dalam sesi
ini juga diperkenalkan contoh sukses penerapan bank sampah di daerah lain,
lengkap dengan sistem pengelolaan, penimbangan sampah, dan mekanisme penukaran
hasil tabungan sampah menjadi uang tunai atau kebutuhan pokok. Pendekatan yang
digunakan bersifat interaktif, agar peserta lebih mudah memahami hubungan
antara pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi keluarga.
Kegiatan
PKM ini menghasilkan beberapa capaian yang positif. Pertama, meningkatnya pengetahuan dan kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah
yang ramah lingkungan. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta belum memahami
perbedaan antara reduce, reuse, dan recycle, namun setelah pelatihan mereka
mampu mengidentifikasi dan menerapkan prinsip tersebut di rumah.
muncul
inisiatif lokal dari peserta untuk mengembangkan produk
daur ulang menjadi usaha kecil berbasis rumah tangga. Beberapa ibu mulai
mencoba mengusulkan membuat kerajinan dari plastik dan kertas bekas untuk
dijual di bazar lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya
berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi
keluarga. meningkatnya kolaborasi
antara masyarakat dan perguruan tinggi, di mana dosen dan mahasiswa tetap mendampingi
kelompok pengelola dalam tahap awal pelaksanaan bank sampah. Kegiatan ini
memperkuat hubungan kemitraan dan menjadi contoh penerapan nyata hasil
penelitian dan pendidikan di tengah masyarakat.
Pelaksanaan
kegiatan PKM “Model Edukasi
3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui Bank Sampah untuk Penguatan Ekonomi
Masyarakat” di
Perumahan Benua Indah, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, berjalan
dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Program ini
membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab
pemerintah, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, khususnya
ibu rumah tangga, untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Melalui pendekatan
edukatif dan praktik langsung, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran baru
bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan bijak. Keberhasilan
kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah
lain dengan dukungan kolaboratif antara pemerintah daerah, perguruan tinggi,
dan masyarakat. Ke depan, keberlanjutan program bank sampah ini akan terus
dikawal melalui pendampingan lanjutan, pelatihan kewirausahaan hijau, dan
digitalisasi sistem pencatatan sampah. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya
memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga
kelestarian lingkungan serta mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.




