PKM Mahasiswa : Sosialisasi Optimalisasi Pengemasan Produk Sabun Cuci Piring Untuk Meningkatkan Daya Tarik dan Keberlanjutan Usaha Masyarakat
Published on: 7 Nov 2025

Pengabdian kepada Masyarakat
Lebak, Banten – Mahasiswa Program Studi Teknik Industri S1 Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Sosialisasi Optimalisasi Pengemasan Produk Sabun Cuci Piring untuk Meningkatkan Daya Tarik dan Keberlanjutan Usaha Masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Rangkasbitung, Banten.”
Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 hingga 26 Oktober 2025 di Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sebagai bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNPAM berupaya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi pengemasan produk yang lebih menarik dan berkelanjutan.

Kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat (PKM) ini diketuai oleh Rizal Aththariq Ahmadi Reza
dengan anggota tim yang terdiri atas Fauzan Rafi Ramdhan, Laely, Rahma
Dhania Zahra, dan Satria Lufti Ardiansyah. Pelaksanaan kegiatan ini
berada di bawah bimbingan Rusmalah, S.T., M.T., selaku dosen pendamping.
Program ini memiliki tujuan untuk memberikan rancangan serta pemahaman mengenai
desain kemasan produk sabun cuci piring yang sederhana, informatif, dan
mudah diaplikasikan oleh masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung,
Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Melalui kegiatan ini, diharapkan
masyarakat dapat meningkatkan kualitas kemasan produk agar lebih menarik dan
memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.
Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, merupakan
daerah dengan masyarakat yang memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan
potensi ekonomi lokal. Meskipun demikian, sebagian besar warga masih
menggantungkan mata pencaharian pada usaha kecil tradisional dan belum
memiliki alternatif pendapatan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat (PKM) ini, mahasiswa Universitas Pamulang berupaya
memberikan kontribusi nyata dengan memperkenalkan keterampilan sederhana namun
aplikatif sebagai upaya peningkatan kapasitas ekonomi rumah tangga.
Dalam keterangannya, Rizal Aththariq Ahmadi Reza, selaku ketua
pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu mendorong
masyarakat untuk memahami pentingnya aspek pengemasan dalam pengembangan produk
lokal. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat
akan pentingnya peningkatan kualitas kemasan produk agar lebih menarik,
informatif, dan memiliki daya saing tinggi di pasar,” ujarnya.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan selama tiga hari dan mencakup beberapa tahapan utama, antara lain sosialisasi, pelatihan teknis, diskusi interaktif, serta evaluasi hasil kegiatan. Pada tahap awal, peserta diberikan materi mengenai pentingnya inovasi dalam desain kemasan sebagai strategi penguatan citra dan keberlanjutan usaha mikro. Selanjutnya, tim mahasiswa memberikan pelatihan langsung mengenai teknik pengemasan produk sabun cuci piring yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Banjarsari.

Sesi praktik mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat, yang dengan antusias turut serta mencoba secara langsung proses pengemasan produk sabun cuci piring yang telah dibuat sebelumnya. Para peserta tampak aktif berpartisipasi dalam diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik pengemasan yang tepat dan strategi pemasaran produk agar dapat bersaing dan dipasarkan secara lebih luas.

Sementara Rusmalah, S.T., M.T.,
selaku dosen pembimbing kegiatan, menuturkan bahwa program ini merupakan
wujud nyata komitmen Universitas Pamulang dalam memberikan kontribusi
terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui
pengembangan keterampilan aplikatif. “Kami berharap keterampilan yang telah
diperoleh masyarakat dari kegiatan ini dapat terus dikembangkan sehingga
menjadi kegiatan yang produktif, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan,”
ungkapnya.
Pemerintah Desa Banjarsari
turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, yang dinilai
memberikan dampak positif dan manfaat langsung bagi warga. Mereka menilai
kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara lebih kreatif dan
bernilai jual.
Sebagai penutup,
kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diakhiri dengan sesi
foto bersama, penyerahan hasil praktik produk sabun cuci piring, serta
penyampaian harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa
mendatang sebagai bentuk sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan
masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Penulis : Rahma Dhania




