PKM Mahasiswa UNPAM: Pengenalan Mesin Pelet Pakan Ternak Kepada Peternak Lokal: Menuju Produksi Pakan Mandiri.
Published on: 25 Nov 2025

Pengabdian kepada Masyarakat
Mahasiswa Teknik Indsutri, Universitas Pamulang, melakasanakan kegiatan Pengabdian kepada masyrakat (PKM) di Kampung Muncang Rt.5, Rw.7, Desa Sipak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung pada 10 – 12 November 2025, Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdi yang beranggotakan Dwi Taufiqul Hakim selaku ketua, Fitriani selaku pemateri 1, Septian Pambudiyanto selaku pemateri 2, Eirinca Akmal Prasetya selaku penyuluh 1, Dimas Aditya Ananta selaku penyuluh 2, Muhammad Veri selaku penyuluh 3 dan di bimbing langsung oleh bapak Rusmalah S.T.,M.T selaku dosen industri dan pembimbing pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.

Tema “Pengenalan Mesin Pelet Pakan Ternak Kepada Peternak Lokal: Menuju Produksi Pakan Mandiri” sangat selaras dengan karakter desa yang warganya banyak mengelola usaha peternakan, karena melalui kegiatan ini peternak dapat memanfaatkan bahan baku lokal untuk menghasilkan pakan pelet yang lebih terukur mutunya, stabil pasokannya, dan efisien biayanya; selain menekan ketergantungan pada pakan pabrikan yang harganya sering berfluktuasi, penguasaan teknologi sederhana seperti formulasi nutrisi, pengeringan, dan standarisasi ukuran pelet juga mendorong peningkatan produktivitas, kesehatan ternak, serta keberlanjutan usaha, sehingga pada akhirnya memperkuat kemandirian ekonomi desa, membuka peluang usaha baru (pengolahan pakan skala kecil), dan membangun kapasitas peternak dalam mengelola sumber daya setempat secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketua Pelaksana PKM, Dwi Taufiqul Hakim, menegaskan bahwa tema “Pengenalan Mesin Pelet Pakan Ternak Kepada Peternak Lokal: Menuju Produksi Pakan Mandiri” sangat relevan dengan kondisi Desa Sipak yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, khususnya limbah pertanian yang belum dimanfaatkan optimal; sering kali peternak mengeluhkan mahalnya pakan pabrikan atau sulitnya mencari rumput saat kemarau, padahal bahan baku di sekitar dapat diolah menjadi pelet yang tahan simpan, terstandar, dan efisien biaya. “Melalui pelatihan ini, kami ingin warga tidak hanya bisa mengoperasikan mesin pelet dan meracik pakan sesuai kebutuhan ternak, tetapi juga melihatnya sebagai peluang usaha,” ujar Dwi dalam sambutannya.

Tokoh masyarakat Kampung Muncang, Bapak Juanda, menyambut baik inisiatif ini: “Ilmu ini sangat berharga. Selama ini warga hanya ‘ngarit’ untuk makan ternak hari itu juga. Sekarang mereka tahu pakan bisa diawetkan dan bahkan jadi uang kalau dikelola secara industri.” Beliau juga menyampaikan apresiasi besar kepada mahasiswa Universitas Pamulang yang telah melakukan pengabdian, sambil bercanda berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan setiap bulan. Di akhir acara, diharapkan Desa Sipak ke depan tidak hanya dikenal sebagai desa peternak, tetapi juga sebagai sentra produksi pakan ternak alternatif di Kabupaten Bogor. Bicara Masyarakat Kampung Muncang Rt.5, Rw.7, Desa Sipak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sangat antusias sekali dengan materi yang diberikan tentang “Pengenalan Mesin Pelet Pakan Ternak” dan berharap agar dilaksanakan Kembali, dan kegiatan ini ditutup dengan pembagian sembako.
Penulis : Dwi Taufiqul Hakim




