Pembuatan Eco Trap Lalat Buah dari Botol Bekas untuk Pengendalian Hama yang Efektif dan Berkelanjutan” di Desa Bunar
Published on: 30 Apr 2026

Pengabdian kepada Masyarakat
Tim
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik
Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan bertema “Proses Pembuatan Eco Trap Lalat
Buah dari Botol Bekas untuk Pengendalian Hama yang Efektif dan Berkelanjutan” di
Desa
Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, pada Senin, 27 April 2026 sampai Rabu
29 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pertemuan Kantor Kelurahan
Desa Bunar dengan melibatkan masyarakat setempat, khususnya petani, warga yang
memiliki pekarangan produktif, serta unsur perangkat desa.
Kegiatan
ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai
cara pembuatan eco trap lalat buah dari botol bekas sebagai alternatif
pengendalian hama yang murah, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan. Program
ini juga mendorong masyarakat agar lebih sadar dalam memanfaatkan limbah
plastik rumah tangga menjadi alat yang memiliki nilai guna bagi pertanian.
Tim
pelaksana kegiatan ini terdiri atas Wakhit Ahmad Fahrudin S.T., M.T selaku
ketua, bersama Ir. Saiful
Hendra S.T., M.T serta didukung oleh dua Mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai bahaya
serangan lalat buah terhadap tanaman hortikultura, dilanjutkan dengan
penjelasan alat dan bahan, demonstrasi proses pembuatan eco trap,
serta praktik langsung bersama masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Masyarakat diajak untuk memahami bahwa eco trap bekerja dengan memanfaatkan atraktan atau bahan pemikat yang ditempatkan di dalam botol, sehingga lalat buah tertarik masuk dan terperangkap. Metode ini dinilai lebih hemat biaya karena menggunakan bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan rumah tangga.
Selain
memberikan manfaat di bidang pertanian, kegiatan PKM ini juga menanamkan nilai
kepedulian lingkungan. Botol bekas yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah
kini dapat diubah menjadi alat yang fungsional. Dengan demikian, program ini
tidak hanya berkontribusi pada pengendalian hama, tetapi juga mendorong
pengelolaan limbah plastik secara lebih produktif di tingkat masyarakat.
Pihak
desa menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini karena dinilai relevan dengan
kebutuhan masyarakat. Program seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan
dan diterapkan secara berkelanjutan oleh warga, khususnya pada area pertanian
dan pekarangan yang rentan terhadap serangan lalat buah.
Melalui
kegiatan PKM ini, masyarakat Desa Bunar diharapkan mampu membuat dan
menggunakan eco trap secara mandiri, sehingga upaya pengendalian hama
dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif, hemat, dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan
masyarakat dalam menghadirkan solusi atas persoalan lokal melalui inovasi
sederhana berbasis pemberdayaan.




